17 Tahun Gempa Yogya: Menggurat Kebangkitan dan Ketahanan

- Jumat, 26 Mei 2023 | 21:35 WIB
Pameran foto jurnalistik bertajuk "Kilas Pitulas" Peringatan 17 Tahun Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang digelar Pewarta Foto Indonesia Jogjakarta, Jumat 26 Mei 2023 (dok. Panitia Acara/PojokMalioboro.com)
Pameran foto jurnalistik bertajuk "Kilas Pitulas" Peringatan 17 Tahun Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang digelar Pewarta Foto Indonesia Jogjakarta, Jumat 26 Mei 2023 (dok. Panitia Acara/PojokMalioboro.com)

 

POJOKMALIOBORO.com - Dalam rangka memperingati 17 tahun gempa bumi yang berkekuatan M 5,9 yang mengguncang Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 26 Mei 2006, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jogjakarta menggelar pameran foto jurnalistik bertajuk "Kilas Pitulas" Peringatan 17 Tahun Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah, bertempat di Rumah Makan Mie Ayam dan Bakso Dhongso Mlati, Sleman pada Jumat, 26 Mei 2023.

Pameran ini menggambarkan peristiwa gempa dahsyat yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006. Bencana itu merenggut nyawa ribuan orang dan menghancurkan banyak wilayah. Meskipun gempa ini membawa penderitaan dan kehancuran, namun dalam kisah-kisah yang tersembunyi di balik reruntuhan, ditemukan semangat kebangkitan dan ketahanan yang menginspirasi.

Ketua Pelaksana Pameran Kilas Pitulas, Aka Rahman mengatakan, pameran ini mencoba mengabadikan momen-momen penting selama dan setelah gempa. Memperlihatkan perjuangan masyarakat dalam menghadapi bencana, serta upaya dalam membangun kembali kehidupan mereka.

Baca Juga: Pengikut Twitter Iwan Fals Banyak Memilih Erick Thohir sebagai Cawapres

"Tepat setelah 17 tahun gempa dahsyat bermagnitudo 5,9 tersebut berlalu, sudah sepantasnya peristiwa itu menjadi pengingat bagi kita semua. Bahwa kekuatan goncangan gempa meluluhlantakkan bangunan yang berdiri tanpa standardisasi bangunan tahan gempa. Menjadi pelajaran berharga agar peristiwa yang bakal terulang itu, tidak akan menelan korban yang jumlahnya sangat banyak," ujarnya.

Dengan mengingat dan menjadikan pengalaman, gempa dahsyat tersebut menjadi momentum stakeholder untuk berupaya agar menciptakan lingkungan yang relatif aman dari gempa. Dengan harapan agar masyarakat tidak lagi kehilangan keluarga tercinta akibat bencana gempa bumi.

"Pameran ini menampilkan 59 karya foto yang menggambarkan kehidupan dan pemandangan kehancuran setelah gempa terjadi. Puing-puing bangunan yang roboh, gambaran kesedihan dan kepanikan masyarakat akan menjadi fokus pada pameran ini," terang Aka.

Baca Juga: Mahasiswa dan Dosen UGM Kunjungi DPC PDIP Kota Yogyakarta, Ada Apa?

Aka Rahman menyampaikan, foto-foto yang dipamerkan juga memberikan gambaran semangat kebangkitan dan ketahanan masyarakat setelah gempa. Mulai dari proses pemulihan, bantuan dan kerja keras masyarakat dalam membangun kembali rumah, sekolah, dan infrastruktur yang rusak. Menunjukkan kekuatan manusia dalam menghadapi tantangan dan mengatasi kesulitan.

Disuguhkan pula foto-foto yang mencerminkan solidaritas dan kebersamaan antara masyarakat Yogyakarta-Jawa Tengah dan pihak-pihak lain yang datang untuk memberikan bantuan bahkan dari Internasional.

"Melalui foto-foto ini, kita akan menghargai daya tarik kemanusiaan dan kekuatan komunitas dalam menghadapi bencana. Dan kita pun akan melihat gambaran masyarakat korban bencana dalam pemulihan kehidupan paska gempa. Gambaran kehidupan sehari-hari, kegiatan ekonomi, serta upaya membangun kembali kota," ungkapnya.

Baca Juga: Soal Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2023, Begini Sikap PP 'Aisyiyah

"Pameran ini mengajak pengunjung untuk merenungkan kekuatan manusia dalam menghadapi bencana dan mengatasinya. Mengingatkan pentingnya solidaritas dan kerjasama dalam menghadapi bencana, serta persiapan dan respon yang cepat dalam menghadapi ancaman alam yang tak terduga," pungkasnya. *

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari PojokMalioboro.com. Mari bergabung di Grup Telegram "News Room PojokMalioboro.com", caranya klik link https://t.me/newsroom_pojokmalioboro, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Widiyastuti: Betapa Berharganya Merawat Sejarah

Selasa, 15 November 2022 | 09:23 WIB
X