Grebeg Suro Ikatan Keluarga Gunungkidul di Taman Wiladatika Cibubur

- Senin, 1 Agustus 2022 | 09:57 WIB
Grebeg Suro Ikatan Keluarga Gunungkidul (Dok.IKG)
Grebeg Suro Ikatan Keluarga Gunungkidul (Dok.IKG)

POJOKMALIOBORO.com - Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) bekerjasama dengan Badan Penghubung Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Banhubda DIY) menggelar kegiatan malam tasyakuran Grebeg Suro IKG di Taman Wiladatika Cibubur.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan IKG yang sempat terhenti karena adanya Pandemi Covid-19, dan pada Juli 2022, kegiatan tersebut kembali dapat dijalankan dengan konsep hybrid, yakni luring dan daring.

Dalam Grebeg Suro IKG tersebut selain dihadiri oleh Badan Pengurus Harian IKG, Dewan Pembina dan Penasihat, Banhubda DIY, Ketua Komisi A DPRD DIY, juga perwakilan dari 18 Koordinator Kapanewon (Korkap) IKG, 12 Koordinator Wilayah (Korwil IKG) serta warga IKG di Jabodetabek.

Baca Juga: Angkuh Menolak Diajak Foto, Berderai Air Mata Jeje Slebew Minta Maaf

Selain sebagai acara puncak dari Grebek Suro IKG adalah pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Mendot Suwasono dengan lakon Bimo Suci, juga dilaksanakan kirab budaya, dan Pameran UMKM.

Tema utama dari kegiatan Grebeg Suro IKG kali ini mengambil spirit dari lakon wayang, yakni Tumandang Gawe Manunggal Sedyo IKG Ngremboko dengan landasan solidaritas, gotong royong, saling menguatkan dan selaras dalam suasana yang adem dan ayem.

Ketua Umum IKG, Eddy Sukirman menyampaikan, IKG dengan jumlah warga yang ada di Jabodetabek sejumlah lebih dari 299 ribu jiwa dan diusianya yang ke 52 tahun tersebut menjadi momen penting, serta tentunya adalah kekuatan penting dalam bersama membangun Gunungkidul dan DIY.

Baca Juga: Sanggah Pernyataan Haris Pertama, Wasekjen DPP AMPI : Airlangga Hartarto Kader Terbaik Bangsa

Eddy menjelaskan, Grebeg Suro IKG kali ini lebih dari sekedar perayaan semata, melainkan juga bentuk nyata dan aktualisasi dari amanah UUD 1945 yang secara khusus termaktub dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 3, Pasal 30 ayat 1 dan ayat 2 yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara.

"Hal ini dilakukan melalui ragam profesi, organisasi dan dalam setiap kehidupan sehari-hari. Dan terkait hal ini juga diatur dalam berbagai perundangan yang ada," ujarnya.

"Dengan berbagai kegiatan yang telah IKG selama 52 tahun laksanakan yang fokus pada pengembangan warga dan Kabupaten Gunungkidul, mulai dari sektor UMKM, Pariwisata, Kebudayaam dan pembangunan karakter, jelas hal ini sebagai bentuk partisipasi nyata dalam membangun ekonomi nasional dan karakter bangsa," jelasnya.

Baca Juga: Pelantikan Persikindo Kota Yogyakarta: Perempuan Sejatinya menjadi Kekuatan Negeri Ini

Eddy menambahkan, terkait komitmennya dalam turut membangun ekonomi nasional adalah, IKG memiliki lebih ratusan bahkan ribuan UMKM yang saat ini sedang diorganisir, dan sekarang juga telah mendirikan Koperasi Jasa IKG.

"Dari sektor pendidikan, IKG juga telah memiliki lembaga pendidikan mulai dari tingkat PUD, TK, SD, SMP dan SMA," imbuhnya.

Eddy juga berharap dengan banyaknya warga IKG di Jabodetabek, namun IKG saat ini belum memiliki tempat yang permanen untuk melaksanakan ragam program dan kegiatannya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Widiyastuti: Betapa Berharganya Merawat Sejarah

Selasa, 15 November 2022 | 09:23 WIB
X