Makna Angpao, Kue Keranjang dan Jeruk di Perayaan Imlek

- Rabu, 18 Januari 2023 | 18:32 WIB
Makna Angpao, Kue Keranjang dan Jeruk di Perayaan Imlek (Putri Susanti/PojokMalioboro.com)
Makna Angpao, Kue Keranjang dan Jeruk di Perayaan Imlek (Putri Susanti/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Kembang api, pesta hingga pertunjukan barongsai merupakan tradisi yang selalu memeriahkan perayaan Imlek. Namun, terdapat satu tradisi dalam perayaan Imlek yang sangat dinantikan terutama bagi anak-anak yaitu angpao.

Tradisi angpao merupakan tradisi untuk memberi amplop merah berisi uang kepada keluarga dan teman kita. Amplop berwarna merah itu disebut dengan hongbao, atau menurut dialek Hokkian disebut angpao.

Namun, inti dari tradisi itu bukan tentang isi yang ada di dalam angpao, melainkan angpao itu sendiri yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

Baca Juga: 30 Januari - 5 Februari 2023, di Kampoeng Ketandan Malioboro Bakal Digelar Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Meskipun terlihat sederhana, namun ada beberapa aturan khusus dalam memberi angpao. Berikut beberapa aturan pemberian angpao:

1. Isi angpao tidak boleh mengandung angka 4 karena angka 4 identik dengan kematian.
2. Angpao lebih baik mengandung angka 8 karena merupakan simbol keberuntungan dan kemakmuran.
3. Angpao tidak boleh diberikan oleh orang yang belum menikah dan tidak bisa dititipkan.
4. Anak-anak yang menerima angpao harus dengan dua tangan sambil berlutut.
5. Penerima angpao tidak boleh membuka angpao di depan orang yang memberi.

Tradisi memberi Angpao sendiri telah dilakukan di Tiongkok sejak masa Dinasti Qing. Tradisi ini berawal dari sebuah legenda tentang sosok Iblis bernama Sui yang mencari anak-anak yang tertidur pada malam tahun baru.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 23 Januari 2023 Cuti Bersama Tahun Baru Imlek

Oleh karena iblis yang mengganggu tersebut, para orang tua harus menjaga anaknya agar tidak tidur pada malam tahun baru. Hal ini dikarenakan jika sampai sang anak disentuh oleh Sui, anak tersebut akan sakit keesokan harinya dan meninggal.

Alkisah, seorang anak diberi delapan koin oleh orang tuanya agar tidak tidur, namun anak itu kemudian tertidur. Ketika Sui muncul dan hendak menyentuh anak itu, delapan koin yang ternyata jelmaan 8 dewa memunculkan cahaya yang mampu menghalau Sui.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Widiyastuti: Betapa Berharganya Merawat Sejarah

Selasa, 15 November 2022 | 09:23 WIB
X