• Minggu, 14 Agustus 2022

Laporan Aktivitas Gunung Merapi Sepekan: Terjadi Guguran Lava 129 Kali

- Jumat, 10 September 2021 | 20:56 WIB
Aktivitas Gunung Merapi Sepekan (Tangkapan layar YouTube Merapi Live via Induk Frekom 86)
Aktivitas Gunung Merapi Sepekan (Tangkapan layar YouTube Merapi Live via Induk Frekom 86)

YOGYAKARTA, pojokmalioboro.com - Sejak ditetapkan statusnya menjadi siaga pada 5 November 2020 lalu, Gunung Merapi terus mengalami peningkatan aktivitas baik guguran awan panas maupun guguran lava. Dilaporkan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

"Pada minggu ini terjadi 1 kali awanpanas guguran dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya. Guguran lava teramati sebanyak 129 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," ujarnya, Jumat (10/9/2021).

Ditambahkan Hanik, teramati adanya perubahan morfologi pada kubah lava barat daya dan kubah tengah, yaitu ketinggian kubah barat daya bertambah sekitar 5 meter dan kubah tengah bertambah sekitar 1 meter.

Baca Juga: Hasil Penyelidikan Kepolisian Tidak Ditemukan Dugaan Kebocoran Data eHAC

"Volume kubah lava barat daya sebesar 1.550.000 meter kubik, dan kubah tengah sebesar 2.854.000 meter kubik," terangnya.

Sementra, kegempaan LF pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan dengan minggu lalu. "Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan," katanya.

Ditambahkan Hanik, pada periode 3 hingga 9 September 2021 ini tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Baca Juga: Ini Besaran Gaji dan Tunjangan PNS 2021 Terbaru

"Kesimpulannya, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat siaga," tandasnya.

Hanik menyebutkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara–barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramai Isu Jilbab di Jogja, Ini Kata PWM DIY

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:04 WIB

Ricuh Supporter di Gejayan, 3 Orang Luka-Luka

Senin, 25 Juli 2022 | 20:30 WIB

Bupati Sleman Membuka Konferensi PGRI Sleman

Selasa, 19 Juli 2022 | 11:28 WIB
X