• Selasa, 7 Desember 2021

Tim PTDM UAD Instalasi PLTS untuk Pompa Air Sumur Dalam

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:42 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk otomatisasi pompa air sumur dalam. (Humas UAD)
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk otomatisasi pompa air sumur dalam. (Humas UAD)

GUNUNGKIDUL, pojokmalioboro.com - Tim Program Produk Teknologi yang Diseminasikan kepada Masyarakat (PTDM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginstalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk otomatisasi pompa air sumur dalam.

Instalasi tersebut dilakukan di Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Dan, PLTS tersebut bukan teknologi baru di dunia riset dan akademik, tetapi masih menjadi teknologi mewah di masyarakat pedesaan. Seperti halnya di Kalurahan Serut yang mempunyai penduduk lebih dari 5.000 jiwa.

Dijelaskan Umi Salamah, Ketua Tim PTDM, Kalurahan Serut merupakan kalurahan yang masuk dalam wilayah Gunungkidul yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga: Basarah Ajak Mahasiswa USK Teladani Api Perjuangan Syuhada Bangsa

Umi Salamah selaku Ketua Tim PTDM. (Humas UAD)
Tidak hanya masyarakat di perkotaan. Masyarakat di pedesaan seperti di Kalurahan Serut merasakan bahwa listrik merupakan kebutuhan vital dalam menjalankan kegiatan sehari-hari dan kegiatan usaha.

Pada saat ini, produksi energi listrik dengan menggunakan bahan fosil -- terutama minyak bumi -- menyebabkan masalah global emisi gas efek rumah kaca. "PLTS menjadi salah satu energi terbarukan yang dikembangkan dan digunakan dunia saat ini,” lanjut Umi Salamah, dosen Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD, Selasa (12/10/2021).

Menurutnya, sumur tersebut merupakan sumber air bersih yang didistribusikan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Baca Juga: Kereta Cepat akan Dibiayai APBN, Wakil Ketua MPR Tegaskan Proyek Harus Diaudit dulu Oleh BPK

PLTS yang diinstalasi berkapasitas 5.000 Wp dengan menggunakan 20 panel surya 250 Wp. Adapun PLTS yang terinstalasi telah beroperasi sekitar dua bulan. Dan sejauh ini PLTS berjalan cukup stabil serta mampu mencukupi kebutuhan listrik dari pompa air sumur tersebut.

Sudah selayaknya teknologi bermanfaat di masyarakat, dirasakan kehadirannya, dan tidak hanya berhenti pada tataran teori dan kajian. "PLTS bukan hal baru di dunia akademik dan riset, tapi bagi masyarakat desa masih menjadi hal mewah," kata Umi Salamah.

Halaman:

Editor: Affan Safani Adham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X