• Jumat, 28 Januari 2022

Komisi IV Dorong Perusahaan dan Pemerintah Berpihak pada Petani Sawit

- Jumat, 12 November 2021 | 12:45 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat meninjau area perkebunan sawit di Siak, Riau, Kamis 11 November 2021  (Foto: dok.DPR RI)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat meninjau area perkebunan sawit di Siak, Riau, Kamis 11 November 2021 (Foto: dok.DPR RI)

POJOKMALIOBORO.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memimpin Panja Pengembangan Sawit Rakyat mengunjungi perkebunan sawit di Kabupaten Siak, Riau. Dalam kunjungan ini, Dedi mendorong agar perusahaan dan pemerintah lebih memperhatikan kondisi petani sawit.

Setelah melakukan dialog dengan Bupati Siak dan para petani sawit, Dedi mendorong agar perusahaan membuka ruang agar petani diberi kesempatan melakukan ekonomi produksi selama masa tunggu panen sawit.

“Mendorong perusahaan agar membuat ruang, membuka ruang agar petani selama nunggu proses sawitnya berbuah, itu rentangnya panjang 1-5 tahun, itu mereka bisa melakukan ekonomi produksi menggunakan area tanah perkebunan," papar Dedi saat meninjau area perkebunan sawit di Siak, Riau, Kamis 11 November 2021.

Baca Juga: Sutradara The Medium Ingin Jalin Kerjasama dengan Joko Anwar Ciptakan Film Horor

Dedi menjelaskan, hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian Kementerian Pertanian, tidak menjadi problem jika area sawit ditanami jagung, umbi, dan tanaman lain selama recommended dari Badan Litbang, sehingga petani tidak harus menunggu hasil panen sawit.

Pasalnya rentan waktu tunggu bisa berlangsung tahunan dan itu menjadi waktu kosong tanpa pemasukan bagi petani sawit.

Selain itu ada persoalan lain yang diadukan petani terkait dengan harga pupuk yang masih belum terjangkau oleh petani. Antara harga pupuk dengan harga buah sawit tidak sepadan.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Gugatan Kasus Arisan Hoki: Pernyataan Saksi membuat Tergugat tak Berkutik

Sehingga politisi Partai Golkar itu mendorong agar pemerintah segera mencarikan solusi terkait masalah pupuk yang tak kunjung usai.

"Harus didorong juga terutama Pupuk Indonesia, segera juga agar harga pupuknya jangan terlalu tinggi, agar petani memiliki kecukupan pembiayaan untuk melakukan pemeliharaan dan untuk meningkatkan produksi. Kalau harga sawitnya Rp3000 (per kilogram), masih gagal beli pupuk hari ini. Kalau harga sawitnya Rp2000, Rp2500 apa lagi Rp1000 ya lewat lah itu, enggak bisa (beli pupuk) lagi. Sehingga sawitnya itu enggak diurus. Kalau enggak diurus, enggak berbuah," ungkap legislator dapil Jawa Barat VII tersebut.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anak Yatim Korban Covid-19 di Sleman Terima Santunan

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:55 WIB
X