• Senin, 4 Juli 2022

Puji Qomariyah: Yogyakarta Memerlukan Lebih Banyak Ruang Aktualisasi Remaja

- Selasa, 19 April 2022 | 07:30 WIB
Diskusi publik bertema "Yogyakarta Kota Pelajar: Merumuskan Solusi Kejahatan Jalanan Remaja" yang digelar oleh Aptisi Wilayah V Yogyakarta, Senin 18 April 2022 (dok.UWM)
Diskusi publik bertema "Yogyakarta Kota Pelajar: Merumuskan Solusi Kejahatan Jalanan Remaja" yang digelar oleh Aptisi Wilayah V Yogyakarta, Senin 18 April 2022 (dok.UWM)

POJOKMALIOBORO.com - Kekerasan oleh oknum remaja dan pelajar tidak merepresentasikan keadaan Yogyakarta yang sebenarnya. Tingkat kejahatan jalanan oleh anak sebaya di kota lain lebih tinggi intensitasnya dan lebih mengkhawatirkan. Yang diperlukan dari Yogyakarta meyakinkan tetap lebih layak sebagai Kota Pelajar dari daerah lain, karena daerah istimewa ini lebih aman dan lebih layak sebagai sentral pendidikan.

Dosen Sosiologi Universitas Widya Mataram (UWM) Puji Qomariyah, S.Sos, M.Si menyatakan, Yogyakarta bisa meyakinkan tetap menjadi kota paling layak untuk belajar dengan mengembalikan suasana sebelum pandemi.

Berbicara dalam diskusi publik bertema "Yogyakarta Kota Pelajar: Merumuskan Solusi Kejahatan Jalanan Remaja" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V Yogyakarta, Senin 18 April 2022, Wakil Rektor III UWM tersebut menyatakan, jalan meyakinkan kota paling layak untuk belajar dengan membuka lebih banyak lagi ruang publik gratis yang menjadi arena warga, termasuk para remaja, berekspresi secara proporsional.

Baca Juga: IKG Pamerkan Produk UMKM di Pameran UMKM Diaspora Yogyakarta

Sebagai kota budaya yang ditaburi banyak talenta seni budaya, maka pembukaan ruang publik itu disertai dengan memperbanyak ruang lindung budaya dengan membuka panggung kreativitas dan ekspresi seni budaya.

"Saya membaca Yogyakarta darurat atau rindu panggung terbuka untuk publik seperti situasi sebelum masa pandemi. Kalau ruang publik dan panggung budaya hidup dan menyebar di mana-mana maka ini membantu tata ruang Yogyakarta bisa kembali nyaman, bukan berhenti nyaman seperti pandangan dan kritik warga belakangan ini," ujarnya.

Lebih Rendah

Kepala Sub Direktorat Babinkantibmas Polda DIY, AKBP Sinungwati, S.H., M.H, menyatakan, satu kasus kekerasan remaja di jalanan tidak bisa mewakili untuk menyimpulkan bahwa Yogyakarta tidak nyaman lagi sebagai Kota Pelajar.

Baca Juga: Jaring Talenta Gen-Z, Sahabat Ganjar Gelar Lomba Kejuruan untuk SMK TKJ se-Solo Raya

Menurut dia, berbicara angka kejahatan Yogyakarta lebih rendah dari kota-kota besar lain di Indonesia. Karena kasus kejahatan mendapat perhatian besar masyarakat, maka kejadian itu seolah-olah melegitimasi situasi yang sebenarnya di Yogyakarta.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Anggota KSP SB Tolak LPJ dan RAT

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:21 WIB
X