• Sabtu, 21 Mei 2022

Budidaya Ikan Kolam Masih Prospektif di DIY

- Senin, 25 April 2022 | 09:32 WIB
Penyerahan bantuan mesin pompa air dari Tim UMY kepada warga Dusun Mejing Kidul, Gamping, Sleman  (dok.UMY)
Penyerahan bantuan mesin pompa air dari Tim UMY kepada warga Dusun Mejing Kidul, Gamping, Sleman (dok.UMY)

POJOKMALIOBORO.com - Permintaan ikan segar hasil budidaya di Yogyakarta terus meningkat. Produksi ikan kolam seperti nila, lele, dan bawal belum sebanding dengan permintaan, sehingga DIY masih mendatangkan berbagai jenis ikan kolam dari luar daerah.

Kondisi ini menjadi peluang bisnis bagi warga DIY untuk menekuni budidaya ikan kolam yang secara langsung akan meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Potensi pasar untuk ikan kolam masih terbuka dan prospektif untuk usaha ekonomi rakyat. Pada sisi lain, potensi alam cukup mendukung seperti air sungai yang melimpah, ketersediaan lahan kolam, dan cukup sumber daya manusia.

Baca Juga: Sahabat Ganjar Lesung Bumi, Mengantar Dukungan Petani DIY untuk Ganjar Pranowo

"Banyak warga yang sudah budidaya ikan kolam, namun belum diseriusi sebagai sumber pendapatan, masih sebatas sebagai hobi. Oleh karena itu perlu ada motivasi untuk mengembangkan usaha ikan kolam pada skala ekonomi yang lebih besar melalui pendekatan pemberdayaan," ujar Agus Tri Basuki, Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dalam Sarasehan Budidaya Ikan Kolam bersama warga Dusun Mejing Kidul, Kapanewon Gamping, Sleman pada Sabtu, 23 April 2022.

Pendekatan pemberdayaan masyarakat merupakan metode yang tepat untuk mengoptimalkan potensi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Diharapkan melalui pendampingan kelompok budidaya ikan kolam, warga masyarakat mampu meningkat motivasi berwirausaha, meningkat pengetahuan dan keterampilan budidaya ikan kolam khusunya ikan nila dan ikan bawal," imbuh Agus Tri Basuki.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN Ditutup Besok, Cek Daftar Lowongan Kerja di PLN

Menekuni budidaya ikan kolam terbukti mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga. Menurut Joko Purnomo, salah satu peserta sarasehan menyatakan, ada tambahan pendapatan bersih 7-8 juta rupiah per tahun dari hasil budidaya ikan nila dan bawal pada kolam seluas 500 meter persegi miliknya.

"Terima kasih atas bimbingan dan bantuan alat pompa air yang diberikan tim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kepada kelompok budidaya ikan. Semoga batuan alat ini bermanfaat untuk operasional usaha kelompok ini," tutur Joko saat menerima bantuan mesin pompa dari tim UMY yang dikoordinir oleh Agus Tri Basuki. *

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pandemi Makin Dekatkan ICMI dengan Masyarakat

Rabu, 27 April 2022 | 20:49 WIB

Budidaya Ikan Kolam Masih Prospektif di DIY

Senin, 25 April 2022 | 09:32 WIB
X