Forpi Pantau Pelaksanaan ASPDBK Sejumlah Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta

- Selasa, 24 Mei 2022 | 07:37 WIB
Pelaksanaan ASPDBK di SD Negeri Balirejo (dok.Forpi Kota Yogyakarta)
Pelaksanaan ASPDBK di SD Negeri Balirejo (dok.Forpi Kota Yogyakarta)

POJOKMALIOBORO.com - Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pemantauan terkait pelaksanaan Assesmen Standarisasi Pendidikan Daerah Berbasis Komputer (ASPDBK) tingkat Sekolah Dasar (SD) atau sederajat di Kota Yogyakarta.

Pelaksanaan ASPDBK di Kota Yogyakarta berlangsung selama tiga hari yakni mulai hari Senin 23 Mei hingga Rabu 25 Mei 2022 mendatang.

Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama yakni Bahasa Indonesia.

Baca Juga: Sekda Kota Yogyakarta Sambut Penjabat Walikota Baru

Pada hari pertama pelaksanaan ASPDBK, Tim Forpi Kota Yogyakarta yang terdiri dari Umi Hidayati, Baharuddin Kamba, dan Wiwid H Saputra melakukan pemantauan di SD BOPKRI Gondolayu Kota Yogyakarta, kemudian di SD Negeri Balirejo Muja muju Umbulharjo dan terakhir di SD Muhammadiyah 1 dan 2 Sapen Yogyakarta.

"Secara umum pelaksanaan ASPDBK tingkat SD berjalan dengan baik dan lancar. Begitu pun dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dilakukan secara tertib," ujar Kamba.

"Seperti yang dilakukan oleh peserta ujian ASPDBK di SD BOPKRI Gondolayu Kota Yogyakarta. Seluruh siswa pada sesi pertama terpantau sebelum masuk ruangan berbaris terlebih dahulu. Kemudian satu persatu memeriksa suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer. Seluruh siswa menggunakan masker tak terkecuali pengawas ujian. Sebanyak 57 siswa yang mengikuti ujian ASPDBK di SD BOPKRI Gondolayu Kota Yogyakarta. Yang dibagi menjadi dua sesi dan menggunakan dua ruangan laboratorium komputer," imbuhnya.

Baca Juga: Ini Harapan Forpi kepada Pj Walikota Yogyakarta yang Baru Dilantik

Sementara itu, Kepala SD Negeri Balirejo Muja muju Umbulharjo Yogyakarta, Wahyu Hastini menyebutkan ada 20 siswa yang mengikuti ujian ASPDBK dibagi menjadi dua sesi. Diantara 20 siswa tersebut ada sebanyak 7 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

"Ketujuh anak tersebut mengalami slow learner. Dari 7 ABK dan ada 3 Guru Pendamping Khusus (ABK)," ujar Kepala Sekolah.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Haruskah Pemerintah Merevisi PP 109 Tahun 2012?

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:47 WIB

Resmikan Bank Sleman Syariah, Begini Harapan Kustini

Kamis, 12 Januari 2023 | 08:33 WIB
X