• Minggu, 14 Agustus 2022

ARPI: Memperingati Hari Kebangkitan Nasional adalah Hak Seluruh Rakyat, Bukan hanya Golongan Tertentu

- Kamis, 26 Mei 2022 | 10:55 WIB
Apel kebangsaan memperingati Hari Kebangkitan Nasional di pelataran DPRD DIY (Ibrahim Umar/PojokMalioboro.com)
Apel kebangsaan memperingati Hari Kebangkitan Nasional di pelataran DPRD DIY (Ibrahim Umar/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com -  Hari ini rakyat Indonesia secara umum dan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada khususnya sedang melakukan proses pemulihan karena dampak 2 tahun pandemi Covid-19.

Dalam keterpurukan selama 2 Tahun itu sangat dirasa betapa beban rakyat sangat sulit, hal ini dianggap Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) berpotensi dan berdampak pada menurunnya rasa nasionalisme karena disibukan dengan perjuangan bertahan hidup dan memulihkan ekonomi.

"Oleh karenanya, kami Aliansi Rakyat Peduli Indonesia mengajak seluruh Ormas dan masyarakat pada umumnya mengadakan Apel Kebangsaan memperingati hari Kebangkitan Nasional ke-114," ujar Koordinasi acara, Dani Eko Wiyono, Kamis 26 Mei 2022 disela Apel Kebangsaan di Pelataran DPRD DIY.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungi GPDRR, MDMC Pamerkan Inovasi dalam Pengurangan Risiko Bencana

Karena menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional adalah hak seluruh rakyat untuk merayakan atau memperingatinya. Bukan untuk kelompok tertentu dan golongan tertentu melainkan Seluruh Rakyat Indonesia.

"Adapun berdasarkan analisa dan pengamatan Aliansi Rakyat Peduli Indonesia, rasa nasionalisme saat ini telah menurun. Pendidikan saat ini tak lagi mengajarkan bagaimana memiliki rasa nasionalisme terhadap negara ini dan sulitnya hidup menjadi salah satu faktornya serta para pemimpin pemerintahan yang tak bertindak untuk kepentingan diri sendiri dan golongannya sendiri, dan lainnya," katanya.

Hal tersebut sambungnya, berpotensi dapat menyebabkan, hilangnya kepedulian terhadap NKRI, hilangnya rasa kebersamaan guna membangun negeri tanpa batas, menurunnya moralitas adat ketimuran yang melekat dalam jiwa bangsa Indonesia.

Baca Juga: Ini Pesan Anggota DPRD kepada Pj Walikota Yogyakarta

"Hilangnya kepekaan terhadap sesama manusia dan munculnya rasa ego, dengan mudahnya para oligarki dan para penguasa negeri dengan kroni-kroninya merajalela membentuk gurita-gurita kekuasaaan," paparnya.

"Hilangnya rasa idealisme/ideologi Pancasila, terjadinya pembiaran komunis dan separatis di Bumi Indonesia, dan lain-lain," tambahnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramai Isu Jilbab di Jogja, Ini Kata PWM DIY

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:04 WIB

Ricuh Supporter di Gejayan, 3 Orang Luka-Luka

Senin, 25 Juli 2022 | 20:30 WIB

Bupati Sleman Membuka Konferensi PGRI Sleman

Selasa, 19 Juli 2022 | 11:28 WIB
X