• Jumat, 9 Desember 2022

Mantan Walikota Jogja Kena OTT KPK, Begini Kata Pakar Hukum UWM

- Selasa, 7 Juni 2022 | 08:24 WIB
Dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Hartanto, SH., M.Hum (dok.pribadi)
Dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Hartanto, SH., M.Hum (dok.pribadi)

POJOKMALIOBORO.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Walikota Yogyakarta periode 2011-2017 dan 2017-2022 Haryadi Suyuti membuktikan terjadinya problem transparansi, akuntabilitas, dan integritas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam memproses perizinan properti, terutama hotel, apartemen, yang didedikasikan untuk pelayanan dan dukungan fasilitas pariwisata. Insiden ini menguak tabir kepalsuan di balik ramahnya oknum pejabat publik.

"Insiden ini menjadi (petunjuk) tentang fenomena anti korupsi (di kalangan pejabat pemerintah) masih jauh (dari ideal)," ujar Dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Hartanto, SH, M.Hum, Senin 6 Juni 2022.

Haryadi Suyuti bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta Nur Widihartana, serta Sekretaris Pribadi merangkap ajudan Haryadi, Triyanto Budi Wuyono ditangkap oleh penyidik KPK di Yogyakarta, pada Kamis, 2 Juni 2022.

Baca Juga: Berpotensi Beda Hari Perayaan Idul Adha 1443 H, Kemenag: Tunggu Hasil Sidang Isbat

Mereka diduga menerima suap dari Vice President Real Estate Summarecon, Agung Oon Nusihono sebesar Rp 50 juta dan 27.258 dollar AS.

Penangkapan tersebut menguak dan membuktikan tentang riak-riak dugaan adanya ganjalan Pemkot Yogyakarta dalam pelaksanaan good governance.

Banyak pihak telah mendiskusikan tentang dugaan-dugaan proses pengembangan hotel, apartemen, dan properti lainnya mengabaikan asas transparansi, akuntabilitas, dan integritas moral oknum-oknum pejabat publik.

Baca Juga: Wamenkes : Rokok Elektrik Sama Bahayanya Dengan Rokok Konvensional

Menurut Hartanto, penangkapan yang ditindaklanjuti penahanan Haryadi Suyuti dan tersangka lainnya menjadi otokritik bagi para pejabat pemerintah di Yogyakarta, tentang bagaimana keseriusan dan komitmen mereka dalam membangun budaya anti korupsi.

"Ketika KPK menetapkan status tersangka dan menahan Walikota Yogyakarta (Haryadi Suyuti) itu, maka hal ini menjadi fenomena bahwa budaya anti korupsi di kalangan pejabat Pemerintah Kota Yogyakarta memang jauh dari ideal," terangnya.

Halaman:

Editor: Affan Safani Adham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tugu Jogja Expo Bakal Digelar di Jalan Mangkubumi

Selasa, 22 November 2022 | 12:13 WIB

Charter Night Lions Club Yogyakarta Bhumi Mataram

Minggu, 20 November 2022 | 20:07 WIB
X