• Kamis, 6 Oktober 2022

Ribuan Kosmetik Mengandung Zat Berbahaya dan Tidak Berizin Dipasarkan Online di Yogyakarta, Ini Kata BPPOM

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 20:19 WIB
Ilustrasi penggunaan kosmetika (Pixabay/lubovlisitsa/PojokMalioboro.com)
Ilustrasi penggunaan kosmetika (Pixabay/lubovlisitsa/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) Yogyakarta menemukan adanya peredaran ribuan kosmetik yang mengandung zat berbahaya, dan produk kosmetik yang tidak memiliki izin edar.

Kepala BBPOM di Yogyakarta, Trikoranti Mustikawati mengakui, secara serentak pihaknya melakukan aksi penertiban terhadap kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan tidak memiliki izin edar tersebut.

"Target aksi adalah kosmetika tidak memiliki izin edar dan kosmetik mengandung bahan berbahaya," katanya, Jumat 5 Agustus 2022.

Baca Juga: Sekolah Muhammadiyah di Australia Rencanakan Pengembangan Lahan Hingga 1,3 Hektar

Penertiban tersebut, lanjut Trikoranti, sebagai upaya untuk menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal dan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat. Dalam penertiban ini juga melibatkan lintas sektoral setempat.

"Kami libatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian/Perdagangan Kabupaten-Kota se-DIY," katanya.

BBPOM DIY, masih kata Trikoranti, telah melakukan pemeriksaan sekitar 52 sarana di 5 kabupaten/kota di DIY. Dari jumlah tersebut, 23 sarana memenuhi ketentutan. Sementara 29 sarana lainnya tidak memenuhi ketentuan.

Baca Juga: Wisudawan UAD Terapkan Iptek Ketika Mengabdi di Masyarakat

Sementara untuk kosmetik yang tidak memiliki izin edar maupun kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, ditemukan mencapai 4.587 pieces.

"Perinciannya 4.515 pieces adalah kosmetik tidak memiliki izin edar, 69 pieces mengandung bahan berbahaya dan 3 pieces kosmetik yang sudah kadaluarsa," jelasnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasdam XII/Tpr Ikuti Rakornis TMMD ke-115 TA 2022

Kamis, 29 September 2022 | 18:28 WIB

Penyaluran BLT BBM ke Masyarakat Harus Diawasi

Sabtu, 10 September 2022 | 13:37 WIB

Gema Keadilan DIY Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Rabu, 7 September 2022 | 19:38 WIB
X