Ramai Isu Jilbab di Jogja, Ini Kata PWM DIY

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:04 WIB
Ketua PWM DIY, H Gita Danu Pranata, SE, MM (Affan Safani Adham/PojokMalioboro.com)
Ketua PWM DIY, H Gita Danu Pranata, SE, MM (Affan Safani Adham/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) setelah memperhatikan isu jilbab bagi peserta didik muslimah di sekolah negeri, yang akhir-akhir ini menyeruak dalam pemberitaan di media massa dan media sosial, sehingga menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat dan suasana yang tidak kondusif pada permulaan tahun pelajaran, menyampaikan pernyataan sikap.

Merebaknya pro kontra tentang jilbab tersebut bermula dari perbedaan persepsi tentang pemakaian jilbab bagi peserta didik muslimah di sekolah negeri, antara guru yang berpandangan bahwa memakai jilbab bagi peserta didik muslimah merupakan pelaksanaan salah satu ajaran agama dan usaha untuk membentuk akhlak mulia.

"Namun ada sebagian orang yang menganggapnya sebagai pemaksaan, sehingga menimbulkan permasalahan," ujar H Gita Danu Pranata, SE, MM selaku Ketua PWM DIY didampingi Drs H Sukiman, MA (Sekretaris PWM DIY), Rabu 10 Agustus 2022.

Baca Juga: Kini Poliklinik RSUP Dr Sardjito Buka juga di Hari Sabtu

Menurut Gita, setiap permasalahan pendidikan pada dasarnya akan dapat diselesaikan dengan baik apabila dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip pendidikan.

Dengan mempertimbangkan Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar.

"Serta proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, berjilbab bagi peserta didik muslimah dalam agama Islam merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama Islam," jelas Gita.

Baca Juga: Sri Sultan HB X dan KGPAA Paku Alam X Resmi Ditetapkan Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY 2022-2027

"Dan membudayakannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari pendidikan untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional," imbuhnya.

Gita mengatakan, PWM DIY menyatakan sikap bahwa menutup aurat dengan berjilbab adalah ajaran Agama Islam sesuai QS Surat An Nur/24:31 dan QS Al Ahzab/33:59.

"Sehingga merupakan kewajiban bagi setiap muslimah untuk melaksanakannya dan membudayakannya melalui proses pendidikan," tandasnya.

Baca Juga: Ini Pesan Anis Matta Saat Memimpin Pendaftaran Partai Gelora Indonesia Ke KPU RI

Lanjut Gita, oleh karena itu dalam konteks pendidikan upaya pembudayaan pemakaian jilbab bagi peserta didik muslimah, termasuk di sekolah negeri dengan menganjurkan, menasihati dan memberikan keteladanan bagi peserta didik muslimah untuk mengenakan jilbab dengan prinsip-prinsip edukatif merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawab guru.

Tugas utama guru sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

"Yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab," kata Gita.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Magelang Diguyur Hujan Abu Lebat, Hati-hati!

Sabtu, 11 Maret 2023 | 15:37 WIB

Pemeriksaan BPK Dorong Makin Akuntabel dan Transparan

Selasa, 28 Februari 2023 | 09:39 WIB
X