• Kamis, 6 Oktober 2022

Bank Dunia Apresiasi Penataan Kawasan Kumuh di Bantaran Sungai Gajah Wong

- Selasa, 20 September 2022 | 08:12 WIB
Pj Walikota Yogyakarta bersama Direktur Eksekutif Bank Dunia dan rombongan saat meninjau lokasi hasil penataan program Kotaku di bantaran Sungai Gajah Wong di Muja Muju, Kota Yogyakarta (dok.Humas Pemkot Yogyakarta/PojokMalioboro.com)
Pj Walikota Yogyakarta bersama Direktur Eksekutif Bank Dunia dan rombongan saat meninjau lokasi hasil penataan program Kotaku di bantaran Sungai Gajah Wong di Muja Muju, Kota Yogyakarta (dok.Humas Pemkot Yogyakarta/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Perwakilan Bank Dunia berkunjung ke lokasi hasil kegiatan penataan permukiman kawasan kumuh bantaran Sungai Gajah Wong di wilayah Muja Muju, Kota Yogyakarta. Penataan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) itu berdampak pada kualitas permukiman yang meningkat dan lingkungan bersih.

Direktur Eksekutif Bank Dunia, Mohd Hassan Ahmad mengatakan, kedatangannya bersama rombongan ke Kota Yogyakarta untuk melihat langsung hasil penataan program peningkatan kualitas permukiman Kotaku.

Pihaknya mengapresiasi hasil penataan program peningkatan kualitas permukiman di kawasan kumuh bantaran Sungai Gajah Wong, karena hasilnya cukup bagus dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Seruan Rektor di Yogyakarta Terkait Pelaksanaan Pemilu, SKI DIY Menyambut Positif

"Setibanya saya agak terkejut melihat perubahan yang agak kentara sebelum dan sesudah. Saya berharap masyarakat di sini terus menjaga kebersihan," kata Hassan saat meninjau lokasi hasil penataan program Kotaku di bantaran Sungai Gajah Wong di Muja Muju, Kota Yogyakarta, Senin (19/9/2022).

Dia mengaku terkesan dengan masyarakat dalam menjalankan program penataan kawasan kumuh tersebut. Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkot Yogyakarta yang turut mendukung program penataan itu.

Hassan menyampaikan, program Kotaku berdampak untuk meningkatkan akses terhadap pembangunan dan kualitas hidup sehingga diharapkan bisa mengurangi kemiskinan.

Baca Juga: Ini Kata Ahli dalam Sidang lanjutan Perkara Penggelapan Tas Mewah

Penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Gajah Wong dilakukan bertahap sejak tahun 2017. Pada segmen 1 Sungai Gajah Wong yang menjadi lokasi kunjungan Bank Dunia, awalnya memiliki luas kawasan kumuh sekitar 38,13 hektare. Setelah ada penataan, luas kawasan kumuh berkurang menjadi 9,46 hektare.

Penataan kawasan kumuh di antaranya berupa pembangunan jalan lingkungan, drainase, pengelolaan limbah dan ruang terbuka publik.
Penataan segmen 1 Sungai Gajah Wong itu menggunakan dana total mencapai sekitar Rp 28 miliar. Dari dana itu sekitar Rp 15,6 miliar di antaranya dari Bank Dunia. Selain itu dari sumber dana lain dan swadaya masyarakat.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasdam XII/Tpr Ikuti Rakornis TMMD ke-115 TA 2022

Kamis, 29 September 2022 | 18:28 WIB

Penyaluran BLT BBM ke Masyarakat Harus Diawasi

Sabtu, 10 September 2022 | 13:37 WIB

Gema Keadilan DIY Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Rabu, 7 September 2022 | 19:38 WIB
X