• Jumat, 9 Desember 2022

Bank Dunia Apresiasi Penataan Kawasan Kumuh di Bantaran Sungai Gajah Wong

- Selasa, 20 September 2022 | 08:12 WIB
Pj Walikota Yogyakarta bersama Direktur Eksekutif Bank Dunia dan rombongan saat meninjau lokasi hasil penataan program Kotaku di bantaran Sungai Gajah Wong di Muja Muju, Kota Yogyakarta (dok.Humas Pemkot Yogyakarta/PojokMalioboro.com)
Pj Walikota Yogyakarta bersama Direktur Eksekutif Bank Dunia dan rombongan saat meninjau lokasi hasil penataan program Kotaku di bantaran Sungai Gajah Wong di Muja Muju, Kota Yogyakarta (dok.Humas Pemkot Yogyakarta/PojokMalioboro.com)

Sementara itu Penjabat Walikota Yogyakarta, Sumadi menyatakan dalam penanganan kawasan kumuh di Yogyakarta menggunakan prinsip utama yaitu sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yakni universal, integral dan inklusif. Di samping itu ada modal sosial kekompakan dan jiwa gotong royong, serta kolaborasi gerakan Gandeng Gendong.

Baca Juga: Kepedulian Sesama kepada Penyintas Kanker di RSPA Buah Hati

"Pola penanganan kumuh yang dilakukan dengan konsep M3K. mundur, munggah (naik) dan menghadap ke sungai. Menata permukiman dengan memangkas sebagian rumah-rumah yang ada di bantaran sungai. Mundur dalam rangka penyediaan jalan inspeksi sekaligus untuk ruang terbuka publik, akses mitigasi dan peletakan infrastruktur dasar permukiman serta menaikan menjadi dua lantai dan menghadapkan bangungan ke sungai," jelas Sumadi.

Berdasarkan data tahun 2021, total luas kawasan kumuh di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 114,7 hektare. Sampai tahun 2021 dari penataan sudah berhasil mengurangi kawasan kumuh seluas 20,54 hektare, sehingga masih tersisa sekitar 94,18 hektare.

Penanganan kawasan kumuh juga dilakukan dengan kolaborasi Pemkot Yogyakarta, Pemda DIY dan pemerintah pusat sesuai kewenangan wilayah yang ditetapkan.

Baca Juga: Pengunjung Pasar Rakyat Jogja Gumregah Membludak, Pedagang Riang Pengunjung Senang

"Sisa kawasan kumuh ini menjadi target kami untuk secara berkelanjutan dan berkesinambungan akan terus kami tata agar kawasan ini menjadi lebih baik," tegasnya.

Sedangkan mewakili Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Sulistianing Kusumawati menjelaskan, program Kotaku merupakan upaya strategis Kementerian PUPR untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan.

"Pembelajaran yang bisa diambil dari penanganan kawasan di Yogyakarta adalah perubahan perilaku kebersihan dengan pengelolaan persampahan dan tumbuhnya kegiatan ekonomi. Harapannya setelah penataan ini dapat mewujudkan permukiman layak huni yang berkelanjutan," tutur Sulistianing. *

Baca Juga: Tingkatkan Perekonomian Pariwisata, PHRI Bike Tour Seri Keempat Digelar di Yogyakarta

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tugu Jogja Expo Bakal Digelar di Jalan Mangkubumi

Selasa, 22 November 2022 | 12:13 WIB

Charter Night Lions Club Yogyakarta Bhumi Mataram

Minggu, 20 November 2022 | 20:07 WIB
X