DPRD: Pemda DIY Mesti Fokus Pada Pemenuhan Kalori Makanan Warga Miskin

- Rabu, 18 Januari 2023 | 18:41 WIB
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana (dok.pribadi/PojokMalioboro.com)
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana (dok.pribadi/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Rilis BPS menyatakan bahwa persentase penduduk miskin DIY awal tahun ini sebesar 11,49 persen atau secara absolut, terdapat sebanyak 463,63 ribu orang. Angka ini naik dibandingkan kondisi Maret 2022, dimana persentase penduduk miskin pada saat itu adalah 11,34 persen dan jumlah penduduk miskin sebanyak 454,76 ribu orang.

Menurut Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, kondisi ini membuat DIY menjadi daerah paling miskin di Jawa dengan angka kemiskinan diatas rata rata nasional sebesar 9,57 persen.

"Garis Kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar Rp551.342,00/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp398.363,00 (72,25 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp152.979,00 (27,75 persen)," ujar Huda, Rabu 18 Januari 2023 dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Makna Angpao, Kue Keranjang dan Jeruk di Perayaan Imlek

Kemudian, lanjut Huda, pada September 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di D.I. Yogyakarta memiliki 4,20 orang anggota rumah tangga. Apabila ditinjau secara rumah tangga, maka Garis Kemiskinan rumah tangga mencapai Rp2.315.636,00/rumah tangga/bulan.

"Dari rilis BPS tersebut sangat jelas bahwa garis kemiskinan makanan mendominasi sebesar 72,25 persen. Sehingga solusinya perlu fokus pada pemenuhan kalori makanan pada warga miskin," kata Politisi PKS ini.

Huda menandaskan, pemenuhan kalori makanan ini perlu diutamakan pada warga miskin yang ekstrem atau sangat miskin diupayakan pemenuhan kalori makanannya tercukupi.

Baca Juga: 30 Januari - 5 Februari 2023, di Kampoeng Ketandan Malioboro Bakal Digelar Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

"Penanganan ini juga perlu fokus pada daerah-daerah termiskin terutama di Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul," kata Huda.

"Jadi penanganan kemiskinan perlu fokus pada dua hal menurut saya, pertama memenuhi kalori makanan warga miskin, terutama yang ekstrem dan kedua lokasi di wilayah yang memiliki prosentase kemiskinan tinggi," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Haruskah Pemerintah Merevisi PP 109 Tahun 2012?

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:47 WIB

Resmikan Bank Sleman Syariah, Begini Harapan Kustini

Kamis, 12 Januari 2023 | 08:33 WIB
X