• Jumat, 28 Januari 2022

Pinjol Legal Jumlahnya Terus Menurun, Mulai Keluar dari Pasar sampai Izinnya Dicabut karena Pelanggaran

- Rabu, 24 November 2021 | 10:38 WIB
Ilustrasi Pinjaman Online (Pinjol) (Jurnal Sumsel - Pikiran Rakyat)
Ilustrasi Pinjaman Online (Pinjol) (Jurnal Sumsel - Pikiran Rakyat)

POJOKMALIOBORO.com - Belakangan ini, jumlah aplikasi pinjaman online atau fintech peer-to-peer lending (P2P) yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menurun.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah mengatakan, pinjol resmi yang menjadi anggota AFPI pernah mencapai 164. Namun, jumlahnya terus menyusut hingga 104 perusahaan.

"Kenapa ini mulai berguguran? Karena tahun lalu, OJK mencanangkan orientasi pada kualitas dari penyelenggaraan P2P lending. Dari 164 itu, ditargetkan untuk segera ready baik secara dokumen dan persyaratan perizinan," ujar Kuseryansyah dalam konferensi pers KlikACC secara virtual, Selasa 23 November 2021.

Baca Juga: Berapa Besaran Santunan Uang Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan? Ini Rinciannya

"Namun dalam kondisi tersebut, ada beberapa penyelenggara yang tidak ready, itu kenapa mulai menyusut," imbuh dia.

Kuseryansyah mengakui, ada perusahaan pinjol yang secara sukarela keluar dari pasar lantaran memiliki alasan tersendiri.

Namun, tidak sedikit juga yang memang melakukan pelanggaran sehingga izinnya dicabut oleh OJK.

Baca Juga: Hasil Indonesia Open 2021: Kevin/Marcus Susah Payah ke 16 Besar

"Ada juga penyelenggara yang karena proses pemenuhan dokumen dan persyaratannya itu melebihi batas waktu yang ditentukan, makanya OJK juga mencabut," kata dia.

Apalagi pinjol sekarang memiliki banyak kategori seperti kategori pinjol memiliki izin, pinjol yang terdaftar, dan pinjol yang ilegal.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pinjaman Online Resmi OJK Terus Berkurang, Ada Apa?

Kamis, 18 November 2021 | 08:02 WIB
X