Tahun 2021 OJK Terima 51 Ribu Keluhan Pinjaman Online, Rata-rata Ilegal

- Senin, 13 Desember 2021 | 18:41 WIB
Ilustrasi Pinjaman Online (Pinjol) (Jurnal Sumsel - Pikiran Rakyat)
Ilustrasi Pinjaman Online (Pinjol) (Jurnal Sumsel - Pikiran Rakyat)

POJOKMALIOBORO.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima 51 ribu keluhan mengenai fintech peer-to-peer lending atau pinjaman online (pinjol) dari masyarakat melalui layanan call center sepanjang tahun 2021 ini.

Mayoritas dari keluhan itu terkait pinjol ilegal alias tidak berizin dan terdaftar di OJK.

"Terkait fintech ada 51 ribu, yang sebagian besar terkait fintech tidak berizin. Sedangkan (keluhan) yang berizin cuma 1.700 atau 3,33 persen dari 51 ribu itu," ujar Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Maskum di Indonesia Fintech Summit 2021, Minggu 12 Desember 2021.

Baca Juga: Google Doodle Hari Ini, Ajak Semuanya untuk Mengikuti Vaksinasi dan Mengingatkan Covid-19 Masih Mengintai

Secara total, Maskum mengatakan jumlah masyarakat yang menghubungi call center OJK mencapai 595 ribu sepanjang tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat 22 kali lipat jika dibandingkan pada 2017 lalu.

Namun, Maskum tidak merinci keluhan apa saja yang disampaikan masyarakat melalui call center OJK di luar pinjol.

Baca Juga: Sinopsis dan Pemeran Drama Korea Uncle, Yuk Simak!

Lebih lanjut, dia mengatakan banyaknya keluhan dari masyarakat terkait pinjol ilegal ke otoritas karena rupanya masyarakat masih mengakses pinjaman tersebut.

Akses pinjaman dilakukan karena masyarakat belum teredukasi dengan baik.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hadapi Perekonomian Tahun 2023, Begini Kata Menkeu

Rabu, 18 Januari 2023 | 07:40 WIB

Soda Pos Hadir Membantu UMKM Naik Kelas

Sabtu, 10 Desember 2022 | 09:27 WIB
X