• Kamis, 8 Desember 2022

Anis Byarwati: Kenaikan Harga BBM Dapat Turunkan Kesejahteraan Rakyat

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 13:12 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati (Foto: dok.DPR RI)
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati (Foto: dok.DPR RI)

POJOKMALIOBORO.com - Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menegaskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite dan Solar, dapat menurunkan kesejahteraan rakyat. Hal ini setelah sebelumnya Pertalite dinyatakan pemerintah sebagai barang subsidi. Menurut Anis, kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut akan berimbas kepada kenaikan harga-harga barang, baik yang berdampak langsung maupun tidak langsung.

"Ke depan tren harga minyak dunia kemungkinan turun, bahkan dalam RAPBN 2023 Pemerintah mengusulkan ICP 90 US dollar,” ujar Anis dalam keterangan tertulis, Rabu 24 Agustus 2022. Perlu diperhatikan pula, bahwa inflasi di banyak negara sudah berdampak pada Indonesia.

Di sisi lain, inflasi tahunan sudah hampir menembus 5 persen dan inflasi makanan telah mencapai angka 10,32 persen.

Baca Juga: Kementerian LHK Paparkan Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Bumi Sriwijaya

"Jika terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi dalam beberapa hari ke depan, maka bisa dipastikan angka inflasi akan kembali naik yang efeknya sangat memberatkan bagi rakyat," ujar politisi PKS tersebut.

Anis menjelaskan saat ini aktivitas ekonomi masyarakat pasca pandemi mulai berangsur membaik. Jika terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi, dikhawatirkan akan menghantam kembali daya beli dan konsumsi masyarakat. Sehingga, berdampak terhadap pemulihan ekonomi yang sedang berjalan.

“Bahkan pertumbuhan ekonomi akan kembali melambat hingga naiknya kembali angka kemiskinan," tutur Anis.

Baca Juga: Berkarakter Unik dan Kontroversial, Lord Rangga Dijadikan Brand Ambasador Hobikoe

Anis pun menyebut rencana kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut juga memberikan efek yang besar bagi kalangan dunia usaha, terutama sektor UMKM, juga terhadap usaha kecil informal yang seringkali tidak tersentuh oleh program bantuan sosial Pemerintah. Selama ini, tambahnya, sebagian besar sektor UMKM dan informal tersebut memanfaatkan BBM bersubsidi dalam menjalankan usahannya.

“Efek domino kenaikan BBM bersubsidi dikhawatirkan akan semakin membuat pengusaha UMKM dan informal lainnya semakin kolaps, dikhawatirkan angka kemiskinan dan pengangguran akan semakin meningkat," tegas Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Siap Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:36 WIB

Cek, Ini Daftar 102 Pinjol yang Resmi versi OJK

Senin, 27 Juni 2022 | 18:44 WIB

Mojog Fest #1: Bangkitkan UMKM Kabupaten Sleman

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:24 WIB
X