• Jumat, 9 Desember 2022

Kebijakan Menaikkan Harga BBM Bawa Konsekuensi, Partai Gelora: Perlu Ada Solusi Komprehensif

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 09:42 WIB
Kebijakan Menaikkan Harga BBM Bawa Konsekuensi, Partai Gelora: Perlu Ada Solusi Komprehensif (Tangkapan layar Gelora Talks #59/PojokMalioboro.com)
Kebijakan Menaikkan Harga BBM Bawa Konsekuensi, Partai Gelora: Perlu Ada Solusi Komprehensif (Tangkapan layar Gelora Talks #59/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta pemerintah memprioritaskan penggunaaan anggaran negara pada hal-hal yang sangat prioritas, bukan sebaliknya digunakan untuk pembangunan proyek-proyek mercusuar yang dilakukan dalam situasi ketidakpastian global.

"Bagaimana anggaran pemerintah yang memang dalam serba keterbatasan ini, digunakan untuk hal-hal yang memang prioritas, sangat prioritas, bukan kepada hal-hal yang sifatnya itu proyek-proyek mercusuar," kata Achmad Rilyadi, Bendahara Umum Gelora">Partai Gelora Indonesia, Rabu 24 Agustus 2022 sore.

Hal itu disampaikan Achmad Rilyadi menanggai rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada pekan ini dalam Gelora Talk bertajuk 'Siap-siap Harga BBM Melambung Lagi: Hidup Kian Mencekik, Kemana Rakyat Mengadu?.

Baca Juga: Dorong Terbang Tinggi, Keluarga Almarhum Haifani Hilal Berikan Batik pada Anies Baswedan

"Karena kondisi keuangan negara yang sedang dalam kondisi yang sangat pas-pasan itu, kita berharap pemerintah mempertimbangkan berbagai opsi-opsi, selain mengurangi subsidi konsumsi BBM," katanya.

Irel, sapaan akrab Achmad Rilyadi, mengatakan, jika pemerintah menempuh opsi untuk menaikkan harga BBM, maka akan membawa konsekuensi pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan kenaikan harga-harga lainnya.

"Hal ini tentu akan semakin memberatkan masyarakat. Karena itu, apa yang dilakukan pemerintah sekarang, harus memberikan solusi yang betul-betul kompatibel dengan kondisi rakyat," ujarnya.

Baca Juga: Festival Prawirotaman Kembali Digelar 27 Agustus 2022 Mendatang

Mantan Anggota Komisi VII DPR ini berharap pemerintah segera membuat desain ketahanan energi baru terbarukan dalam rangka mengurangi penggunaan fosil sebagai sumber energi.

Sebab, kapasitas produksi kilang minyak (lifting) saat ini rendah, tidak sebanding dengan konsumsi yang tinggi, sehingga pemerintah harus mengimpor BBM untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Siap Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:36 WIB

Cek, Ini Daftar 102 Pinjol yang Resmi versi OJK

Senin, 27 Juni 2022 | 18:44 WIB

Mojog Fest #1: Bangkitkan UMKM Kabupaten Sleman

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:24 WIB
X