• Jumat, 9 Desember 2022

Talk Show #SuperSp3ktaDay dari Super You by Sequis Online, Resesi Global: Kesempatan atau Ancaman?

- Kamis, 24 November 2022 | 17:00 WIB
Talk Show #SuperSp3ktaDay dari Super You by Sequis Online, Resesi Global: Kesempatan atau Ancaman? (Dok.Sequis)
Talk Show #SuperSp3ktaDay dari Super You by Sequis Online, Resesi Global: Kesempatan atau Ancaman? (Dok.Sequis)

POJOKMALIOBORO.com - Super You by Sequis Online, kanal asuransi digital Sequis merayakan 3 tahun kehadirannya di industri asuransi, khususnya asuransi online dengan mengadakan serangkaian literasi asuransi memanfaatkan media sosial dan media massa bertema #SuperSp3ktaDay. Termasuk mengadakan diskusi Resesi Global: Kesempatan atau Ancaman bersama Head of Sequis Digital Channel Antonius Tan, Founder of @gatherich Ken Handersen, dan Founder of @ladybossproject.id Kelly Patricia.

Antonius Tan dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi asuransi perlu giat dilakukan untuk menyadarkan masyarakat perlunya melakukan mitigasi finansial dalam kondisi apapun termasuk saat resesi. Menabung dan investasi saja tidak cukup karena jika terjadi kecelakaan, sakit, hingga meninggal dunia maka tabungan dan investasi dapat terganggu. Sebaliknya, dengan memiliki asuransi, masyarakat akan merasa tenang bekerja dan berkesempatan mengembangkan nilai aset yang dimiliki.

Super You by Sequis optimis menghadapi tahun 2023 karena asuransi berbasis online semakin diminati masyarakat modern. Hingga November 2022 (Year to Date), tercatat terdapat lebih dari 20 ribu polis asuransi Super You yang menunjukkan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan nasabah kepada kami terus bertambah. Kami ingin membantu masyarakat melewati masa resesi dengan baik dan tetap bisa produktif berkarya karena sudah memiliki perlindungan asuransi. Untuk itu, kami tidak segan menargetkan bisa meraih Pendapatan Premi hingga Rp15 Miliar pada tahun 2023. Selain itu, inovasi juga akan kami lakukan melalui peluncuran 4 produk proteksi kesehatan guna memenuhi kebutuhan berasuransi masyarakat yang beragam. Kami cukup optimis, pada tahun depan, Super You dapat mencapai target lebih dari 15.000 polis baru,” sebut Antonius.

Baca Juga: Hadir di Pakuwon Mall Yogyakarta, Gerai The Body Shop Indonesia Usung Konsep Reuse, Recycle dan Upcycle

Menjawab pertanyaan soal mitos mahalnya premi asuransi menjadi kendala berasuransi, Antonius menyarankan agar masyarakat tidak hanya berpikir bahwa asuransi yang terbaik adalah yang berpremi mahal. Sebaliknya, memiliki asuransi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial lewat Super You by Sequis Online, asuransi sudah bisa dibeli mulai dari Rp20 ribuan. Nilai perlindungan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar. Dengan harga yang terjangkau, banyak manfaat tersedia untuk melindungi nasabah tanpa perlu melewati prosedur cek kesehatan.

Jika terjadi kejadian tak terduga saat resesi ekonomi maka kerugian yang harus ditanggung bisa jadi semakin besar karena ada kemungkinan terjadi penurunan penghasilan. Bila dari saat ini kita tidak memiliki jaring pengaman finansial akan sulit bertahan saat resesi. Hal ini disampaikan Founder of @gatherich Ken Handersen yang menyarankan agar masyarakat memprioritaskan keselamatan diri dan keuangan keluarga dalam menghadapi resesi ekonomi melalui asuransi jiwa dan kesehatan. Untuk mempersiapkan dana asuransi, Ken juga menyinggung soal arus kas positif, yakni pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Selisihnya dapat digunakan untuk melunasi utang. Jika utang sudah lunas atau nilainya berkurang maka akan lebih leluasa menyiapkan dana darurat dan asuransi, lalu bisa berinvestasi.

“Risiko finansial yang besar kebanyakan berasal dari kebutuhan dana berjumlah besar dan cepat untuk biaya pengobatan atau berhentinya sumber pendapatan secara mendadak karena pencari nafkah tidak dapat lagi bekerja atau tutup usia. Peran asuransi adalah menjaga kondisi finansial keluarga dari dua risiko besar tersebut. Bagi yang sudah memiliki asuransi dapat meninjau kembali apakah nilai proteksinya sudah memadai menghadapi resesi,” sebut Ken.

Baca Juga: Anis Matta: Semangat Voluntarisme Muhammadiyah Bisa Jadi Model Sosial dalam Mengintegrasikan Sistem Keagamaan

Resesi ekonomi global memang telah membuat kekhawatiran di banyak negara. Namun, perekonomian Indonesia masih tumbuh positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi negara masih mampu tumbuh lebih dari 5% (year on year) pada kuartal III-2022. Ini adalah berita menggembirakan akan tetapi kita tetap perlu waspada akan ketidakpastian global. Salah satu hal yang dapat terjadi sebagai dampak ketidakpastian global ini adalah potensi kenaikan suku bunga demi memperlambat inflasi. Ketika suku bunga naik dapat membuat perlambatan ekonomi. Dampak yang akan dirasakan adalah kemampuan daya beli masyarakat melemah karena berkurangnya penghasilan dan pengeluaran yang tinggi akibat harga kebutuhan pokok naik secara berkepanjangan.

Founder of @ladybossproject.id Kelly Patricia mengatakan informasi resesi kadang enggan diketahui oleh sebagian masyarakat karena dirasa dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun menurut Kelly, memiliki pengetahuan mengenai dampak resesi ekonomi akan membantu melakukan antisipasi menghadapi perubahan kehidupan yang dapat terjadi.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Siap Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:36 WIB

Cek, Ini Daftar 102 Pinjol yang Resmi versi OJK

Senin, 27 Juni 2022 | 18:44 WIB

Mojog Fest #1: Bangkitkan UMKM Kabupaten Sleman

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:24 WIB
X