Jelang Nataru, Kementan Perlu Genjot Produksi Pangan Guna Tekan Harga

- Kamis, 15 Desember 2022 | 09:09 WIB
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Pasar Induk Rau, Kota Serang, Provinsi Banten (dok.DPR RI/PojokMalioboro.com)
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Pasar Induk Rau, Kota Serang, Provinsi Banten (dok.DPR RI/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Tim Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) ke Pasar Induk Rau, Kota Serang, Provinsi Banten. Dalam Kunspik tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin meminta stakeholder terkait pangan, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menggenjot produksi pangan.

Hal itu guna menekan kenaikan harga jelang libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

"Ya harus genjot produksi. Kalau produksinya banyak, otomatis harga turun. Tadi juga minyak goreng yang diinisiasi oleh Kemendag, namanya Minyak Kita. Semula harganya Rp14.000 sekarang Rp14.500. Harus diantisipasi pasokannya. Kalau pasokannya lancar, insyaallah, tidak bakal ada kenaikan lagi," ujarnya dilansir dari laman DPR RI, Rabu 14 Desember 2022.

Baca Juga: Bantuan Pasang Baru Listrik PLN, 1.920 Rumah Tangga di Papua Dapat Penerangan Gratis

Selain itu, Sudin menerangkan hasil dari Inspeksi Mendadak (sidak) itu terungkap bahwa terdapat kenaikan harga beras medium yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat.

Semula harga beras medium berkisar di angka Rp10.000 hingga Rp10.200 per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.

"Apakah teori supply and demand masih berlaku? Kalau suplainya banyak otomatis kan harganya turun. Kalau suplainya sedikit kan otomatis harganya naik. Masalah daging sapi juga sekarang sudah mencapai Rp 140.000 per kilogram," tutur Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Baca Juga: JCW: Sekda Bantul yang Nantinya Terpilih Harus Memiliki Sertifikat Diklatpim II

Selain itu, dari pantauan juga terungkap bahwa kenaikan harga signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit. Yang semula harganya berkisar di angka Rp30.000 per kilogram kini naik menjadi Rp50.000 per kilogram.

"Berarti naik hampir dua kali lipat," katanya.

Untuk harga ayam potong yang sudah mencapai Rp34 ribu per kilogram. Menurut Sudin, kondisi saat ini masih jauh dari situasi Natal 2022 yang menurut siklus tahunan akan ada kenaikan konsumsi jelang Nataru.

Baca Juga: Persiapan Libur Nataru, Perhatikan Ini Tarif Tol Trans Jawa Terbaru

Meski demikian, Sudin meyakini bahwa pemerintah sudah mengantisipasi siklus tahunan dari adanya Nataru ini. Hal itu ditunjukkan dengan sudah terbentuknya lembaga Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang salah satu tugasnya adalah menjaga stabilitas harga dan inflasi.

"Dulu kan tidak ada Badan Pangan Nasional. Jadi regulasinya suka-suka pedagang. Sekarang ada Neraca Pangan. Mudah-mudahan dengan adanya Bapanas semua berjalan dengan baik akan terjadi, suplai stabil agar tidak terjadi lonjakan harga," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menjelaskan, beberapa komoditas pangan di Pasar Rau Serang tersebut ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Salah satunya Harga Acuan Pembelian (HAP) ayam broiler sebesar Rp36.500, tetapi di pasaran masih di bawah Rp34.000.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonom UMY: UU Cipta Kerja adalah Sebuah Terobosan

Jumat, 24 Maret 2023 | 16:52 WIB

Pemkab Sleman Gelar Pasar Murah, Tekan Angka Inflasi

Selasa, 14 Februari 2023 | 20:01 WIB

Apa Itu StableCoin? Yuk Simak Penjelasannya...

Jumat, 3 Februari 2023 | 10:54 WIB
X