• Rabu, 28 September 2022

Polisi Gagalkan Peredaran 1 Ons Sabu Jaringan Antar Lapas

- Kamis, 16 Desember 2021 | 19:36 WIB
Konferensi Pers ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu antar Lapas, Kamis 16 Desember 2021 di Mapolres Sleman (Ismoyo Sedjati/PojokMalioboro.com)
Konferensi Pers ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu antar Lapas, Kamis 16 Desember 2021 di Mapolres Sleman (Ismoyo Sedjati/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Polisi berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu jaringan antar Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di Jalan Urip Sumoharjo No.106 Wates, Magelang, Jawa Tengah pada pukul 21.00 malam, Selasa 2 November 2021. Barang bukti yang diamankan yakni sabu-sabu seberat 1 ons.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Irwan menyampaikan, tersangka yang diamankan berinisial RAW (35), warga Mertoyudan, Magelang. Ia menyebut RAW ini sebagai perantara, karena tugasnya mengambil sabu-sabu kemudian akan menaruh di tempat lain saat diringkus.

"Pelaku ini sebagai perantara karena mendapat perintah dari seseorang yang sedang menjadi DPO kita. RAW ini mengambil dan memindahkan sabu untuk nanti diambil lagi oleh orang-orang yang menjadi DPO kita," jelasnya, Kamis 16 Desember 2021.

Baca Juga: Kaleidoskop 2021: Film-film dan Serial Drama Terbaru yang Viral di Tahun 2021

Irwan menambahkan, RAW ini juga sebagai pengguna sabu-sabu. "Mengapa tersangka RAW ini mau, karena pelaku juga sebagai pengguna. Setiap barang yang dipindahkan, RAW juga mendapat imbalan berupa sabu-sabu dan imbalan berupa uang tunai," tuturnya.

"Barang bukti sabu-sabu seberat hampir 1 ons tertangkap di Jawa Tengah, nantinya akan masuk ke Yogyakarta," imbuhnya.

Lanjut tambahnya, adapun 1 gram sabu-sabu bisa dikonsumsi 15 orang sehingga dengan penangkapan ini setidaknya bisa menyelamatkan 1.500 orang.

Baca Juga: Wapres Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Turunkan Stunting Demi Masa Depan Bangsa

"Hasil dari penyidikan, termasuk jaringan lapas dan internasional. Tidak cuma satu lapas, antarkota Medan, Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta," katanya.

Irwan mengatakan, RAW sudah 4 kali melakukan pekerjaannya sebagai perantara. "RAW akan dijerat pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1, dan pasal 127 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun," tukasnya.*

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Ciri Penipuan Online yang Harus Anda Tahu

Senin, 10 Januari 2022 | 08:05 WIB

Sepanjang Tahun 2021, Kasus Klitih di Yogyakarta Naik

Kamis, 30 Desember 2021 | 10:18 WIB
X