• Sabtu, 30 September 2023

Perjalanan "Kang Helm" dari Medan Hingga ke Seluruh Dunia

- Selasa, 21 September 2021 | 07:49 WIB
Muhammad Idris Nasution, tukang service helm sekaligus penulis buku dan merangkap sebagai eksportir. (Istimewa)
Muhammad Idris Nasution, tukang service helm sekaligus penulis buku dan merangkap sebagai eksportir. (Istimewa)

MEDAN, pojokmalioboro.com - Beberapa bulan yang lalu seorang temannya menanyakan, "Bang Idris, abang sebenarnya tukang service helm, penulis buku apa eksportir sih?"

Karena ditanya, maka Muhammad Idris Nasution menjawab, "Saya tukang service helm sekaligus penulis buku juga merangkap sebagai eksportir."

Tahun 2010, Idris sudah terjun di dunia perhelman. "Saya melirik bidang usaha itu karena populasi target audiencenya mampu membuat rekening saya pelan-pelan menjadi gendut," ungkap Idris, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Sondang: Holding BUMN Gula Tidak Selesaikan Masalah PTPN

Adapun layanan helm yang dikerjakan Idris ada beberapa macam, misalnya cuci helm. "Loh, helm kok dicuci, emang bisa?" Lalu dijawab oleh Idris: "Bisa!"

Kenapa helm harus dicuci? "Biar jangan ada lagi helm berbau," tandasnya.

Lagian, kata Idris, mending pakai helm bersih dan wangi sepanjang jalan kenangan daripada helm kotor. "Bau terus nggak pernah dicuci selama bertahun-tahun," kelakarnya.

Baca Juga: Sugar Company Harus Menuju Swasembada Gula 2025

Terus, layanan lainnya yang dikerjakan Idris seperti service helm atau benerin apa yang rusak di bagian helm. Juga ada layanan jasa, seperti jasa resize ukuran helm.

"Kalau ukuran helmnya lobok di kepala kan kurang enak. Jangan salah, helm juga ada ukurannya. Kenapa ada ukurannya? Karena lingkar kepala setiap orang beda-beda. Ada yang kecil, ada juga yang besar, yang standart ada juga," terangnya. 

Selain jasa resize, juga masih ada layanan lainnya, yaitu repaint (cat ulang) dan airbrush. Oleh sebab itulah dari sebuah kata helm, Idris memaksakan otaknya untuk menjabarkan apa-apa saja layanan yang bisa ditawarkan untuk konsumen seluruh Indonesia.

Baca Juga: Komite I DPD RI: Pemulihan Ekonomi Daerah Sangat Tergantung Keberhasilan Penanganan Pandemi Covid-19

Meski lokasi usahanya di Medan, tapi tidak sedikit konsumen dari luar kota yang mau servicekan helmnya. Ada dari Kalimantan, Padang, Aceh, pulau Jawa juga ada.

"Mereka kirim langsung helmnya ke Medan," katanya. "Biasanya, semua aktifitas keseharian di helm, saya selalu update."

Alasannya untuk memperkuat memilih usahanya di bidang helm, kata Idris, karena pemainnya masih sedikit alias masih bisa dihitung dengan jari. "Nggak ada perang-perangan tarif. Jadi, konsumen akan memilih mana jasa yang hasilnya lebih memuaskan," paparnya.

Halaman:

Editor: Affan Safani Adham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa UGM Membuat Sabun dari Minyak Jelantah

Jumat, 24 September 2021 | 19:55 WIB

Perjalanan "Kang Helm" dari Medan Hingga ke Seluruh Dunia

Selasa, 21 September 2021 | 07:49 WIB

Di Samping Jadi Guru Pesantren, Juga Usaha Benih Ikan

Selasa, 21 September 2021 | 03:00 WIB
X