• Jumat, 28 Januari 2022

Epidemiolog Sebut 80 Persen Penduduk RI Mungkin Sudah Terinfeksi Delta

- Minggu, 21 November 2021 | 17:33 WIB
Cek suhu sebagai bentuk pencegahan virus Covid-19 pada lingkungan kampus di Yogyakarta  (Ismoyo Sedjati/PojokMalioboro.com)
Cek suhu sebagai bentuk pencegahan virus Covid-19 pada lingkungan kampus di Yogyakarta (Ismoyo Sedjati/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Citra Indriani, menyebut 80 persen penduduk Indonesia kemungkinan besar sudah terinfeksi varian Delta.

Alhasil, jumlah kasus positif covid-19 mengalami penurunan secara drastis, karena terbentuknya imunitas kelompok secara alamiah. Tubuh pun memiliki antibodi yang spesifik untuk strain virus tertentu.

Selain itu, lanjut Citra, percepatan program vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah diharapkan meminimalisir tingkat keparahan apabila terinfeksi kembali.

Baca Juga: Omah Demit, Rumah Tak Berpenghuni yang Dijadikan Tempat Destinasi Wisata, Berikut Asal Usul dan Penjelasannya

"Infeksi covid lebih dari 50 persen adalah asimtomatis, mungkin 80 persen penduduk kita telah terinfeksi (varian) Delta. Namun kalau sudah terinfeksi sedemikian banyak, apakah sudah memiliki imunitas kelompok dan tidak ada ancaman gelombang ketiga?" ujar Citra, Sabtu, 20 November 2021.

"Sebagian besar infeksi natural membentuk antibodi yang spesifik untuk virus atau strain virus yang menginfeksi, tapi tidak untuk strain yang lain. Sehingga imunitas alamiah yang terbentuk saat ini mungkin tidak bisa kita andalkan apabila kita kedatangan strain yang baru," jelasnya.

Selain faktor imunitas alamiah pasca terinfeksi terbentuk, menurut Citra, program vaksinasi sekarang ini sudah menyentuh di 208 juta dengan 88 juta sudah mendapat dosis vaksin lengkap.

Baca Juga: Verawaty Fajrin Meninggal Dunia, Berikut Profil Beserta Deretan Prestasi yang Disumbangkan Untuk Indonesia

"Saya kira vaksinasi mempunyai peran besar untuk mencegah bentuk parah sakit, karena meskipun sudah divaksin masih punya potensi terinfeksi dan menjadi sakit. Melihat beberapa rekaman data yang terinfeksi di gelombang Januari, juga kemudian kembali terinfeksi delta di Juni-Juli, dan kasus-kasus meninggal memiliki riwayat belum mendapatkan vaksinasi," terangnya.

"Harapannya tentu pada percepatan vaksinasi, dan sisir wilayah untuk vaksinasi terutama lansia bisa berperan untuk mitigasi bentuk parah infeksi SARS-COV 2. Kalaupun gelombang 3 terjadi, sistem kesehatan kita tidak lagi menghadapi kasus-kasus berat yang jumlahnya ribuan setiap harinya," tambahnya.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Ketentuan Isolasi Mandiri bagi Pasien Omicron

Minggu, 23 Januari 2022 | 07:09 WIB

Waspada, Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia

Jumat, 17 Desember 2021 | 07:18 WIB
X