• Sabtu, 21 Mei 2022

Cara Mencegah Hepatitis Akut, Begini Kata Menkes

- Selasa, 10 Mei 2022 | 09:00 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin 9 Mei 2022  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Kabinet RI)
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin 9 Mei 2022 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Kabinet RI)

POJOKMALIOBORO.com - Penyakit hepatitis akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan, salah satuya dengan menjaga kebersihan diri.

"Virus ini menularnya lewat asupan makanan yang lewat mulut, jadi kalau bisa rajin cuci tangan saja supaya kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita, kan ini menyerang banyak di bawah 16 tahun lebih banyak lagi di bawah 5 tahun, itu bersih," ujar Menkes dalam keterangan pers usai mengikuti rapat yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 9 Mei 2022.

Secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan buang air besar berwarna putih pucat.

Baca Juga: Cuti Bersama Lebaran Telah Berakhir, Kawasan Malioboro Masih Ramai

Menkes meminta agar para orang tua untuk segera memeriksakan anak dengan gejala tersebut ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.

"Kalau dia buang air besar dan kemudian mulai ada demam nah itu dicek SGPT- SGOT-nya. Kalau sudah di atas 100, lebih baik di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat. SGPT-SGOT normalnya di level 30-an, kalau sudah naik agak tinggi sebaiknya di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat," terangnya.

Menkes mengungkapkan, saat ini tercatat 15 kasus dugaan atau suspek hepatitis akut. Tiga kasus pertama di Indonesia dilaporkan pada tanggal 27 April, beberapa hari setelah Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyampaikan adanya kejadian luar biasa atau outbreak di Eropa penyakit ini di Eropa.

Baca Juga: Drama Korea Bloody Heart, Dibintangi Lee Joon, Kang Han Na dan Jang Hyuk, Ini Sinopsisnya

Menkes mengungkapkan, pihaknya menindaklanjuti kejadian ini dengan membuat Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology)

"Tanggal 27 April itu kita sudah langsung mengeluarkan surat edaran agar semua rumah sakit dan dinas kesehatan melakukan surveillance monitoring terhadap kasus ini," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenali Definisi Kasus Hepatitis sesuai WHO

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:24 WIB

Cara Mencegah Hepatitis Akut, Begini Kata Menkes

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:00 WIB

21 Penyakit Ini Tidak Ditanggung BPJS, Apa Saja?

Selasa, 15 Februari 2022 | 20:25 WIB

BPOM Tetapkan Sinopharm Jadi Vaksin Booster

Kamis, 3 Februari 2022 | 08:56 WIB
X