• Senin, 4 Juli 2022

Tiga Paradigma Manusia dalam Memperlakukan Bumi Menurut Alquran

- Minggu, 10 April 2022 | 09:11 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi. (PP Muhammadiyah)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi. (PP Muhammadiyah)

POJOKMALIOBORO.com - Manusia adalah aktor utama di balik lestari atau rusaknya bumi. Karena itu, pandangan manusia menentukan kondisi bumi dan alam semesta. Demikian ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Pada Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang berpusat di Universitas Muhammadiyah Pontianak, Sabtu April 2022, Haedar menjelaskan bahwa Alquran setidaknya memuat tiga macam paradigma yang dimiliki manusia dalam memperlakukan bumi dan alam semesta.

Pertama, adalah paradigma kekhalifahan. Manusia diamanati tugas oleh Allah Swt untuk menjalankan fungsi kekhalifahan atau wakil Allah di muka bumi, yaitu memakmurkan bumi dan melawan kerusakan.

Baca Juga: Ini Empat Fitur Premium Galaxy A23 yang Bikin Kamu Awesome

Alquran menjelaskan hal ini dalam Alquran ayat ke-30. "Ayat ini berisi dua sisi bahwa manusia bisa jadi pembangun, tapi juga bisa menjadi perusak. Fungsi kekhalifahan adalah menghilangkan sisi merusak itu sehingga menjadi manusia pembangun," katanya.

Alquran mempertegas ayat di atas dengan Surat Hud ayat ke-61.

"Memakmurkan itu membikin sesuatu mengolahnya menjadi baik dan dalam takaran yang seksama, tidak berlebihan, tidak eskploitatif. Sebab ada yang mengelola tapi mengeksploitasi demi keuntungan yang sebesar-besarnya dan itu hasrat manusia yang primitif yang alamiah," kata Haedar.

Baca Juga: 22 Karya Desainer IFC Tampil pada Pembukaan Muslim Fashion Festival 2022

"Maka di sini, manusia disuruh untuk selalu bertauhid kepada Allah agar dia tidak rakus karena mereka yang kuat tauhidnya maka dia akan rendah hati dan ingin selalu menjaga alam ciptaannya dan tidak merusak. Karena ketika dia merusak, maka pertanggungjawabnnya kepada Tuhan," imbuhnya.

Selanjutnya, paradigma kedua kata Haedar adalah paradigma dan tipologi fasadah atau merusak. Haedar lalu mengutip Alquran Surat Ar-Rum ayat ke-41 dan ke-42.

Halaman:

Editor: Affan Safani Adham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jumat Bijak: Jangan Pandang Remeh Hal yang Kecil

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:14 WIB

Bersedekahlah Sebelum Kematian Tiba

Senin, 3 Januari 2022 | 09:24 WIB

Gemar Menanam Menurut Islam, Bernilai Sedekah

Jumat, 24 Desember 2021 | 11:13 WIB

Hijrah, Kesungguhan Melaksanakan Satu Kebaikan

Senin, 4 Oktober 2021 | 19:04 WIB

Doa Orang Tua agar Anak Menjadi Saleh dan Salehah

Sabtu, 25 September 2021 | 07:48 WIB

Tiga Hak Sesama Muslim yang Harus Ditunaikan

Kamis, 23 September 2021 | 07:16 WIB

Asmaul Husna, Keutamaan dan Tata Cara Berdoa

Selasa, 21 September 2021 | 13:29 WIB

Proses Autophagi dan Autolisis dalam Puasa

Selasa, 21 September 2021 | 08:24 WIB

Mendengarkan Musik, Haramkah?

Senin, 20 September 2021 | 14:30 WIB

Niat dan Jadwal Puasa Ayyamul Bidh

Senin, 20 September 2021 | 14:11 WIB

Mencari Nafkah Keluarga, Menuai Pahala

Rabu, 15 September 2021 | 16:34 WIB
X