• Kamis, 8 Desember 2022

The Bakuucakar Lanjutkan Wasiat Glenn Fredly, Rilis Album Reformula

- Jumat, 22 Juli 2022 | 08:04 WIB
The Bakuucakar Rilis Album Reformula (dok.pribadi/PojokMalioboro.com)
The Bakuucakar Rilis Album Reformula (dok.pribadi/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - The Bakuucakar bukanlah nama baru di dunia musik Indonesia. Band yang terdiri dari Andre Dinuth (gitar), Bonar Abraham (bass), Harry Anggoman (keyboard), Kenna Lango (hammond), Nicky Manuputty (saksofon), Rayendra Sunito (drum), dan Rifka Rachman (vokal utama dan sequencer), ini merupakan musisi-musisi handal yang sudah cukup lama berada di industri musik Indonesia.

Masing-masing personil pun sudah memiliki nama besar dengan rentetan perjalanan musik yang panjang.

Terbentuk sejak tahun 2008, The Bakuucakar sudah menemani setiap penampilan Glenn Fredly selama 12 tahun diatas panggung. Masing-masing personil bergabung bersama Glenn di rentang waktu tahun 2007 dan 2008.

Baca Juga: KPK Tetapkan Pejabat Pemda DIY sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida

Hingga pada pertengahan 2008, Rifka Rachman menjadi personil yang terakhir bergabung dan semenjak itu, mulailah The Bakuucakar berjalan dengan formasi 7 orang personil tersebut hingga hari ini.

"Pada saat itu kita enggak kepikiran bikin band ini punya nama khusus. Nama Bakuucakar juga dibuat spontan aja, yang artinya sebenarnya cakar-cakaran atau saling cakar. Saat kita ada show di Belanda bersama Glenn Fredly, dia bilang band ini harus punya nama dan karya sendiri, trus Bung Kenna sering sebut kata 'Bakuucakar'. Glenn bilang yaudah itu aja namanya," ujar Rayendra Sunito soal asal mula nama The Bakuucakar, Jumat 22 Juli 2022.

"Sebenarnya saling cakar itu maksudnya dalam bermusik atau harmoni. Di band ini kami datang dengan latar belakang musik, karakter pribadi dan generasi yang berbeda-beda. Kita coba menyatukan elemen-elemen dari masing-masing personil, sampai pada akhirnya kita bisa menemukan tujuan kita dalam bermusik, dimana salah satunya membuat karya terbaik yang kita bisa," ungkap Bonar Abraham.

Baca Juga: Partai Gelora: Pemerintah Tidak Perlu Buat 'Mantra-mantra' untuk Sekedar Memberi Rasa Aman Publik soal Resesi

"Kita pun memiliki karakter yang justru saling berkontribusi dalam permainan musik The Bakuucakar. Jika yang satu memberikan ide, yang lain menyempurnakan ide tersebut. Demikian juga saat bermain diatas panggung, kita saling meng-explore, sering  spontan bersahut-sahutan dengan instrumen musik yang kami mainkan," imbuh Bonar.

Berjalan bersama selama 14 tahun, kiprah band ini seakan tidak memberi sinyal tanda-tanda kelelahan dan justru semakin solid. Bahkan saat ditinggal selamanya oleh sang legenda Glenn Fredly, The Bakuucakar tak kehilangan sedikitpun spirit dalam bermusik. Mereka memutuskan untuk terus menguat dan terus berkarya.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Food Affair With Mark Wiens, Ini Jadwal Tayangnya

Jumat, 21 Oktober 2022 | 09:13 WIB
X