• Sabtu, 21 Mei 2022

Ini Kata BMKG Terkait Kondisi Panas Terik di Sejumlah Wilayah Indonesia Beberapa Hari Terakhir

- Senin, 9 Mei 2022 | 10:41 WIB
Ilustrasi panas terik matahari (Pixabay/JillWellington/PojokMalioboro.com)
Ilustrasi panas terik matahari (Pixabay/JillWellington/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Terkait dengan suhu panas terik yang akhir-akhir ini dirasakan oleh sebagian masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia, BMKG melalui siaran persnya memberikan penjelasan akan hal tersebut.

Diungkapkan Deputi Bidang Meteorologi Guswanto, berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 1 – 7 Mei 2022 berkisar antara 33 - 36.1 derajat celcius dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 derajat celcius terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

"Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38.8 derajat celcius di Palembang pada tahun 2019, sedangkan di bulan Mei sekitar 38.8 derajat celcius di Temindung Samarinda pada tahun 2018," ungkapnya, Minggu 8 Mei 2022.

Baca Juga: Kemendagri Terbitkan Surat Edaran, 50 Persen ASN Boleh WFH

Kemudian, fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut dipicu oleh beberapa hal, diantaranya posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, dimana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.

"Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari," katanya.

Dijelaskan Guswanto, suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukan fenomena Gelombang Panas. Menurut WMO (World Meteorological Organization), Gelombang Panas atau dikenal dengan "Heatwave" merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat celcius atau lebih.

Baca Juga: Sinopsis Drama Korea Shooting Stars, Ini Pemerannya

"Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian," paparnya.

Selanjutnya, kewaspadaan kondisi suhu panas/terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei 2022.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Aturan Menteri ESDM Mengenai PLTS Atap

Minggu, 23 Januari 2022 | 07:56 WIB
X