• Kamis, 6 Oktober 2022

Aktivitas Gunung Merapi Sepekan: Terjadi Pertumbuhan Kubah Lava Barat Daya

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 17:54 WIB
Aktivitas Gunung Merapi Sepekan: Terjadi Pertumbuhan Kubah Lava Barat Daya (Instagram @bpptkg)
Aktivitas Gunung Merapi Sepekan: Terjadi Pertumbuhan Kubah Lava Barat Daya (Instagram @bpptkg)

POJOKMALIOBORO.com - Aktivitas gunung merapi sepekan terhitung mulai tanggal 5 - 11 Agustus 2022, dilaporkan adanya guguran lava teramati sebanyak 43 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter.

Melalui akun instagram @bpptkg, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menyebutkan pada kubah barat daya teramati adanya pertumbuhan kubah.

"Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.664.000 m3, dan kubah tengah sebesar 2.772.000 m3," ujarnya, Jumat 12 Agustus 2022.

Baca Juga: Sekjen KLHK Paparkan Strategi Pembangunan Kalimantan Utara Berkelanjutan

Sementara intensitas kegempaan pada minggu ini dikatakan masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

"Pada minggu ini tidak dilaporkan terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," katanya.

Maka kesimpulannya adalah, aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.

Baca Juga: Royal Darmo Malioboro Hotel Yogyakarta Pertemukan Photographer dan Pecinta Photography

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," paparnya.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi," pungkasnya. *

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerja Bersama Restorasi Kawasan Pesisir Selatan DIY

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:20 WIB
X