Novel Baswedan Anggap Tawaran Pegawai KPK Masuk BUMN Adalah Penghinaan

- Selasa, 14 September 2021 | 16:30 WIB
Novel Baswedan (Instagram @novelbaswedanofficial)
Novel Baswedan (Instagram @novelbaswedanofficial)

JAKARTA, pojokmalioboro.com - Novel Baswedan menganggap cara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta sejumlah pegawai mengundurkan diri dan bergabung dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan sebuah bentuk penghinaan. Ia mengatakan, beberapa rekannya sudah mendapat perlakuan tersebut.

"Beberapa kawan dihubungi oleh insan KPK yang diyakini dengan pengetahuan pimpinan KPK diminta untuk menandatangani dua lembar surat, yaitu permohonan pengunduran diri dan permohonan agar disalurkan ke BUMN. Bagi kami itu adalah suatu penghinaan," Novel dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/9/2021).

Novel menegaskan, pihaknya berada di KPK bukan hanya sekadar mencari uang, melainkan berjuang memberantas korupsi. Menurutnya, langkah KPK dimaksud semakin menunjukkan upaya sistematis untuk membunuh pemberantasan korupsi.

Baca Juga: PPKM Jawa-Bali Dilanjutkan Hingga 20 September, Bali Turun Jadi Level 3

"Hal ini semakin menggambarkan adanya kekuatan besar yang ingin menguasai KPK untuk suatu kepentingan yang bukan kepentingan memberantas korupsi," ungkapnya.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari KPK merespons isu yang sedang berkembang tersebut. Diketahui, sebanyak 57 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui TWK akan diberhentikan pada 1 November 2021.

Sebelumnya, Komnas HAM telah menyimpulkan ada 11 pelanggaran HAM yang terjadi dalam proses alih status pegawai KPK menjadi ASN baik ditinjau dari sisi kebijakan, perlakuan, maupun ucapan.

Baca Juga: Satpol PP DIY Temui Banyak Pelanggaran di Perpanjangan PPKM Level 3

Selain Komnas HAM, Ombudsman pun sebelumnya telah mengumumkan temuan maladministrasi dalam proses penonaktifan 75 pegawai termasuk TWK KPK. Tetapi atas temuan Ombudsman itu baik KPK maupun BKN melayangkan keberatan. *

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terkait Pemilu 2024, Wapres Ingatkan ASN Harus Netral

Senin, 16 Januari 2023 | 08:33 WIB
X