Hoaks Kian Marak, Gus Jazil Ajak Generasi Muda Pandai Gunakan Medsos

- Senin, 11 Oktober 2021 | 11:26 WIB
Ilustrasi Hoax (Pixabay)
Ilustrasi Hoax (Pixabay)

SERANG, pojokmalioboro.com – Semakin berkembangnya penggunaan teknologi informasi, khususnya media sosial (medsos) menimbulkan persoalan baru dalam kehidupan masyarakat. Penyebaran berita hoaks (palsu), fitnah dan ujaran kebencian di medsos dalam beberapa tahun belakangan semakin marak.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, di era modern ini, kehidupan masyarakat tidak bisa dilepaskan dengan digitalisasi.

"Seluruh kebutuhan kita, apakah untuk berdagang, mengajar, transaksi bahkan apapun jenis aktivitasnya, kini tidak luput dengan dunia digital. Oleh sebab itu, mari kita gunakan medsos dengan baik. Sekarang ini banyak sekali berita hoaks, fitnah banjir di medsos. Kita harus mampu menyaring informasi. Kalau tidak, itu akan menjadi masalah bagi bangsa ini," ujar Gus Jazil saat melakukan sosialisasi 4 Pilar di SMA Bina Putera, Kopo, Serang, Banten, belum lama ini.

Baca Juga: Anggota DPR Minta Usulan Pemerintah Terkait Pemilu 15 Mei 2024 Ditinjau Ulang

Dikatakan Gus Jazil, para guru di sekolah juga harus memberikan pengajaran literasi digital kepada para anak didik soal bagaimana menggunakan teknologi informasi, khususnya medsos dengan baik.

"Bagaimana mereka bisa memilah informasi yang palsu, hoaks, dan inforamsi yang produktif bagi anak-anak, ini perlu ada pengarahan dari para guru," katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa medsos ibarat dua sisi mata pisau yang bisa menimbulkan dampak positif di satu sisi, dan dampak negatif disisi lainnya.

Baca Juga: Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Patuhi Aturan PPKM

"Kita harus arahkan agar anak-anak bisa menjadikan medsos ini sesuatu yang positif. Sebab, saat ini anak muda dimana saja semua menggunakan medsos. Kita perlu bimbing penggunaannya, dan konten-konten seperti apa yang layak untuk dibuka," urainya.

Di depan para siswa SMA Bina Putera, Gus Jazil juga mengatakan bahwa 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 merupakan pilar-pilar penyangga negeri ini.

"Kalau 4 Pilar ini roboh atau salah satu roboh maka Indonesia juga roboh. Tugas kita bersama agar 4 Pilar ini diperkuat. Pancasila mengandung nilai-nilai dan menjadi pandangan hidup, tapi belum tentu kita bisa dalam implementasinya," katanya.

Baca Juga: Sudah 'PPKM' Covid Singapura Meledak Lagi

Gus Jazil mengungkapkan, perasan dari Pancasila adalah gotong royong. "Gotong royong ini pelan-pelan mulai kita lupakan, sudah kita ganti dengan kata ‘demokrasi’. Gotong royong seakan-akan hanya kerja bakti.

Padahal gotong royong adalah kalimat keramat yang dimiliki bangsa ini dan bisa menyatukan pandangan agama, suku bangsa, adat istiadat dalam satu kata yakni gotong royong. Ini inti kehendak dan cita-cita bangsa," tuturnya.

Lanjutnya, sering kali antara agama dengan negara atau antara Islam dengan Pancasila dibentur-benturkan. Padahal ini sesuatu yang sudah menyatu.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kunker ke Pemkab Sleman, Ini Arahan Menpan RB

Selasa, 14 Februari 2023 | 11:38 WIB
X