Hari Santri Nasional 2021, Gus Jazil: Santri Berkontribusi Dalam Sendi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:28 WIB
Wakil Ketua MPR Dr. H Jazilul Fawaid SQ., MA   (Foto: dok.MPR RI)
Wakil Ketua MPR Dr. H Jazilul Fawaid SQ., MA (Foto: dok.MPR RI)

JAKARTA, pojokmalioboro.com - Wakil Ketua MPR Dr. H Jazilul Fawaid SQ., MA merasa bersyukur pada tahun ini sudah keenam kalinya Hari Santri digelar dan diperingati secara nasional. Dikatakan Hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

“Kita sebagai ummat Islam dan kaum santri, pada tahun ini siap memeriahkan dan memperingari Hari Santri 2021 yang mengusung tema Santri Siaga Jiwa Raga,” tuturnya di Jakarta, Kamis 21 Oktober 2021.

Penetapan Hari Santri pada 22 Oktober menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada santri.

Baca Juga: PKB Tolak Aturan Wajib PCR Bagi Penumpang Pesawat

Menurut Pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu sejak dulu hingga saat ini, kaum santri mampu menempatkan diri di tengah masyarakat, bangsa, dan negara, sehingga kehadirannya memberi arti penting.

“Santri sejak dulu jiwa dan raganya dibutuhkan dan diperlukan masyarakat,” paparnya.

Ketika bangsa Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan, santri di bawah komando ulama atau kiai, jiwa dan raganya bergerak menjadi laskar-laskar pejuang yang turun ke medan laga.

Baca Juga: Kapasitas Diijinkan Sampai 100 Persen dengan PCR Syarat Naik Pesawat

Ketika tentara Belanda dengan memboncengi Sekutu ingin kembali menguasai Indonesia, pada September hingga November 1945, Presiden Soekarno meminta kepada ulama di Jawa Timur untuk menggerakan ummat Islam berjuang mempertahankan tanah air.

“Dari sinilah lahir Resolusi Jihad,” tuturnya.

“Resolusi Jihad mampu menggerakan ummat Islam dan para santri berada di garda terdepan perjuangan bangsa,” tambahnya.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana Cegah Gula Darahmu Tinggi

Tanggal dicetuskan Resolusi Jihad oleh para ulama atau kiai pada 22 Oktober 1945 itulah yang saat ini dijadikan sebagai Hari Santri. Dari sejarah dan fakta yang ada, pria kelahiran Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu menyebut santri mempunyai kontribusi besar dalam sejarah bangsa.

Saat ini Indonesia sudah merdeka dan jaman berubah. Menghadapi keadaan yang demikian, Gus Jazil menyebut cara atau metode berkiprah di tengah masyarakat, bangsa, dan negara tidak sama dengan masa lalu.

Dikatakan yang tidak berubah dari pesantren yang di mana di sana tinggal ratusan hingga ribuan santri adalah kontribusi mereka di lingkungannya di mana pesantren mampu menjadi penggerak perekonomian.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X