• Sabtu, 21 Mei 2022

Menkes Mendapat Pesan Khusus dari Presiden Terkait Vaksin Kadaluwarsa di NTT dan DIY

- Selasa, 16 November 2021 | 08:11 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin  (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

POJOKMALIOBORO.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut mewanti-wanti vaksin kedaluwarsa di beberapa daerah mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilaporkan selama sebulan terakhir.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku menerima pesan khusus dari Presiden Jokowi agar kasus tersebut menjadi perhatian. Jokowi meminta agar vaksin yang terancam melewati masa tenggat penggunaan bisa segera dialihkan.

"Pak Presiden juga menekankan bahwa hati-hati dengan vaksinasi kedaluwarsa. Jadi beberapa provinsi yang laporannya sampai seperti NTT, Jateng, Yogya, perlu diperhatikan agar vaksinasinya jangan sampai kedaluwarsa," kata Budi dalam jumpa pers daring, Senin 15 November 2021.

Baca Juga: Ini Daerah di Jawa dan Bali dengan Capaian Vaksinasi di atas 70 Persen

"Kalau sudah dekat kedaluwarsa, mungkin kita mengalihkan ke provinsi-provinsi membutuhkan atau ke TNI dan Polri," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pencatatan Sipil NTT Mese Ataupah sebelumnya mengakui ribuan dosis vaksin telah kedaluwarsa dan tidak bisa digunakan lagi di wilayahnya. Total vaksin yang telah kedaluwarsa angkanya disebut mencapai 5.000 dosis.

Ribuan dosis vaksin AztraZeneca itu memiliki masa kedaluwarsa per 31 Oktober 2021 dan tersebar di beberapa kabupaten/Kota di NTT.

Baca Juga: ORI Minta Kemensos Buka Identitas Jutaan Peserta BPJS Kesehatan yang Datanya Terpental

Selain di NTT, sebanyak empat ribu lebih dosis vaksin Astrazenecadi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah juga dilaporkan melewati masa tenggat per 29 Oktober 2021. Dinas kesehatan setempat melaporkan semula menerima sebanyak 50 ribu dosis vaksin Astrazeneca pada tanggal 12 Oktober 2021.

Namun, tertera pada vaksin tersebut tanggal kedaluwarsa sampai 29 Oktober 2021. Hingga tanggal kedaluwarsa tiba, sisa vaksin yang belum disuntikkan mencapai sekitar 4.000 dosis.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Kembali Lanjutkan Kebijakan PPKM

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:32 WIB

FBI Soroti Kinerja Menteri di Era Jokowi

Sabtu, 9 April 2022 | 21:11 WIB
X