• Sabtu, 21 Mei 2022

Antisipasi Penambahan Kasus Varian Omicron, Pemerintah Imbau Agar Masyarakat Tidak Bepergian ke Luar Negeri

- Selasa, 28 Desember 2021 | 06:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan  (dok.Setkab)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (dok.Setkab)

POJOKMALIOBORO.com - Penyebaran varian Omicron semakin luas dan telah terdeteksi di 115 negara di dunia dengan total kasus mencapai lebih dari 184 ribu. Kasus konfirmasi varian Omicron di Indonesia sendiri hingga Minggu 26 Desember 2021, telah mencapai 46 kasus yang hampir semuanya adalah pelaku perjalanan luar negeri yang berasal dari berbagai negara.

Sementara kasus varian Omicron lainnya adalah pekerja di pusat karantina Wisma Atlet yang tertular dari pelaku perjalanan luar negeri. 

Karena itu, pemerintah kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri yang tidak esensial.

Baca Juga: 4 Strategi Pemerintah Hadapi Varian Omicron, Berikut Penjelasannya

"Pemerintah kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri jika bukan untuk sesuatu yang benar-benar urgent," tutur Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 dan Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin 27 Desember 2021 secara virtual.

Luhut menegaskan, pemerintah terus memperkuat pengawasan di pintu masuk negara dan melakukan pengetatan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.

"Pemerintahan akan terus mengawasi pengawasan di pintu masuk Indonesia. Pengetatan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri akan dilakukan untuk mencegah kebocoran di bandara maupun tempat karantina," ujarnya.

Baca Juga: The King of Tears Lee Bang Won, Dibintangi Joo Sang Wook, Ini Sinopsisnya

Pemerintah juga telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan pelaku perjalanan internasional yang diperkirakan akan terjadi pada awal tahun mendatang.

"Kami sudah melakukan kontigensi atau skenario kedatangan 5.000 lebih pada masyarakat Indonesia yang kembali dari luar negeri mulai tanggal 1 (Januari) sampai dengan tanggal belasan (Januari). Oleh karena itu, tetap kami akan memberikan karantina 10-14 hari sesuai negara asal datangnya," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Kembali Lanjutkan Kebijakan PPKM

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:32 WIB

FBI Soroti Kinerja Menteri di Era Jokowi

Sabtu, 9 April 2022 | 21:11 WIB
X