Donny Yoesgiantoro Terpilih sebagai Komisioner Komisi Informasi Pusat, Ini Visinya

- Jumat, 1 April 2022 | 07:36 WIB
Komisioner Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro (dok.pribadi)
Komisioner Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro (dok.pribadi)

POJOKMALIOBORO.com - Pasca uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan pada tanggal 28-29 Maret 2022, Komisi I DPR RI menetapkan tujuh nama anggota Komisi Informasi Pusat (KIP) periode 2021-2025. Ketujuh nama tersebut yaitu Donny Yoesgiantoro, Handoko Agung Saputro, Rospita Vici Paulyn, Samrotunnajah Ismail, Gede Narayana, Arya Sandhiyudha dan Syawaludin.

Dari ketujuh nama di atas, Donny Yoesgiantoro adalah satu-satunya figur yang tidak berasal dari latar belakang komisioner Komisi Informasi Pusat maupun Komisi Informasi Daerah sebelumnya.

Namun, dari latar belakang pendidikan dan profesionalnya, Donny digadang akan membawa perubahan disruptif dengan merealisasikan ide dan visi segarnya pada lembaga KIP.

Baca Juga: Karena Volume Sampah Sudah Penuh, TPA Regional Piyungan Tutup Sementara 3 Hari

Pria dengan latar belakang Dosen Doktoral dan Kepala Pusat Studi Ketahanan Energi di Universitas Pertahanan ini terobsesi untuk membangun ketahanan informasi demi mewujudkan ketahanan nasional.

"Kita saat ini hidup di era tsunami informasi, masyarakat disuguhi dengan berbagai informasi yang simpang siur dan hal tersebut dapat mengganggu ketahanan nasional. Oleh karena itu, kita butuh keterbukaan informasi publik dari Badan Publik agar masyarakat tercukupi dengan informasi yang valid," ujar Donny yang saat ini juga mengajar sebagai Dosen Magister Sekolah Kajian Stratejik Global di Universitas Indonesia (UI), Kamis 31 Maret 2022.

Ditambahkan Donny, indikator yang harus dipenuhi oleh Badan Publik dalam mewujudkan keterbukaan informasi adalah 4A + S, yaitu ketersediaan informasi dari berbagai sumber dan media informasi Badan Publik (Availability); kemampuan masyarakat untuk mengakses informasi (Accessibility); keterjangkauan masyarakat terhadap informasi (Affordability); penerimaan masyarakat terhadap informasi yang benar, akurat, relevan, dan terpercaya (Acceptability); serta aspek bagaimana informasi publik yang benar, akurat, relevan, dan terpercaya ini dapat berkelanjutan (Sustainability).

Baca Juga: Kabar Harga Pertamax Besok Bakal Naik, Antrean Panjang Mulai Terlihat di SPBU

"Jika indikator 4A + S ini dapat dipenuhi secara optimal oleh Badan Publik, maka saya yakin tidak ada celah lagi bagi disinformasi, hoax dan informasi negatif lainnya untuk mempengaruhi masyarakat. Pada saat itulah ketahanan informasi terwujud, dan berimplikasi pada kualitas ketahanan Nasional kita," ungkap Donny yang juga merupakan Ketua Bidang Sumber Daya Alam IKAL Strategic Centre (ISC), Lemhannas, 2021-2025.

Selain mendorong Badan Publik untuk memenuhi keterbukaan informasi bagi masyarakat, Donny juga akan berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengakses informasi publik.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terkait Pemilu 2024, Wapres Ingatkan ASN Harus Netral

Senin, 16 Januari 2023 | 08:33 WIB
X