• Sabtu, 21 Mei 2022

Haedar Nashir: Industri Halal dan Pariwisata Perlu Digarap Serius oleh Muhammadiyah

- Kamis, 12 Mei 2022 | 19:35 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (dok.Muhammadiyah)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (dok.Muhammadiyah)

POJOKMALIOBORO.com - Berpusat di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Seminar Pra Muktamar bertajuk "Peluang dan Tantangan Industri dan Pariwisata Halal", Kamis 12 Mei 2022.

Narasumber seminar antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan, Founder PT. Paragon Nurhayati Subakat, Kepala Pusat Kajian Sains Halal LPPM IPB Khaswar Syamsu, Direktur LPHKHT PP Muhammadiyah Naddratuzzaman Hosen, dan Kepala Program Studi S3 Kajian Pariwisata UGM Hendrie Adjie Kusworo.

Memberi pidato iftitah, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut bahwa tema ekonomi, bisnis dan wirausaha, terutama di bidang Industri Halal dan Pariwisata adalah jihad fi sabilillah yang harus dilakukan oleh Muhammadiyah. Mengingat di sektor ini, kaum muslimin masih tertinggal.

Baca Juga: Nerlian Gogali, Alumnus Fakultas Teologi UKDW Raih Four Freedom Awards 2022

"Titik lemah umat Islam kita yang mayoritas di negeri ini termasuk di negara luar adalah di bidang ekonomi, bisnis, kewirausahaan sehingga kita biarpun secara teologis memiliki ideologi tentang khairu ummah dan ajaran kita adalah Islam yang ya’lu wala yu’la alaih, ajaran yang tertinggi dan terbaik, sempurna. Tapi dalam aspek ekonomi, bisnis, dan wirausaha, kita sebagai umat, sebagai komunitas besar masih lemah," ungkap Haedar.

Haedar lalu menganggap pernyataan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla masih relevan. Pernyataan itu adalah anggapan bahwa dari 100 orang kaya di Indonesia, 10 orang di dalamnya adalah orang muslim. Sebaliknya jika ada 100 orang miskin, maka 88 di dalamnya adalah umat Islam.

"Saya yakin argumen ini bisa didukung data empirik. Kenyataannya bahwa umat Islam yang mayoritas di negeri ini belum bisa berkualitas secara politik, budaya, iptek dan lain sebagainya karena faktor utamanya yakni kita masih lemah secara ekonomi, bisnis, dan kewirausahaan," kata Haedar.

Baca Juga: Hasil Pertemuan Pemda DIY dan Warga: TPA Piyungan Kembali Dibuka Hari Ini

Maka dari itu, Haedar berharap seminar ini menghasilkan pandangan-pandangan baru yang bersifat praktis sehingga mampu menjadi gerakan yang dapat diaplikasikan dan dikapitalisasikan oleh Muhammadiyah.

Hal penting lainnya, menurut Haedar adalah membangun kesadaran dan alam pikiran umat Islam agar perjuangan di bidang ekonomi apapun variannya betul-betul menjadi perhatian dan prioritas utama umat Islam.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Kembali Lanjutkan Kebijakan PPKM

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:32 WIB

FBI Soroti Kinerja Menteri di Era Jokowi

Sabtu, 9 April 2022 | 21:11 WIB
X