• Kamis, 6 Oktober 2022

Resmi Diluncurkan, Begini Format Baru NPWP

- Jumat, 22 Juli 2022 | 11:01 WIB
Format Baru NPWP  (dok.Humas Kemenkeu/PojokMalioboro.com)
Format Baru NPWP (dok.Humas Kemenkeu/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Setelah penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) secara resmi diluncurkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Acara Puncak Perayaan Hari Pajak Tahun 2022, Rabu 20 Juli 2022, penggunaan format baru NPWP kini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.03/2022.

Berdasarkan PMK tersebut, terdapat tiga format baru NPWP. Format baru NPWP ini akan berlaku mulai tanggal 14 Juli 2022.

Pertama, untuk wajib pajak orang pribadi (WP OP) yang merupakan penduduk menggunakan NIK. Penduduk adalah warga Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

Baca Juga: Gelaran Kompetisi Sepak Bola BRI Liga 1 dan Liga 2 Indonesia Tahun 2022, Polda DIY Jaga Kondusifitas Wilayah

Kedua, bagi WP OP bukan penduduk, wajib pajak badan, dan wajib pajak instansi pemerintah menggunakan NPWP format 16 (enam belas) digit.

Ketiga, bagi wajib pajak cabang menggunakan Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha.

Namun, sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, NPWP format baru masih digunakan pada layanan administrasi perpajakan secara terbatas, salah satunya untuk dapat login ke aplikasi pajak.go.id.

Baca Juga: KPK Tetapkan Pejabat Pemda DIY sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida

"Baru mulai 1 Januari 2024, dimana Coretax sudah beroperasi, penggunaan NPWP format baru akan efektif diterapkan secara menyeluruh, baik seluruh layanan DJP maupun kepentingan administrasi pihak lain yang mensyaratkan penggunaan NPWP," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Neilmaldrin Noor, dikutip dari laman Kemenkeu, Kamis 21 Juli 2022.

Secara lebih detail Neil menjelaskan, untuk WP OP penduduk yang saat ini sudah memiliki NPWP, NIK sudah langsung berfungsi sebagai NPWP format baru. Namun demikian, masih ada kemungkinan NIK WP berstatus belum valid. Hal ini dikarenakan adanya data wajib pajak yang belum padan dengan data kependudukan.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Kata Wakil Ketua MPR RI

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:23 WIB

PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dewan Keamanan Thailand

Kamis, 15 September 2022 | 18:33 WIB

Telkom Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data Pelanggan

Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:08 WIB
X