• Kamis, 6 Oktober 2022

Subardi: Jepang Bangun Iklim Industri Berbasis Kekuatan Riset

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 09:59 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Subardi  (dok.DPR RI)
Anggota Komisi VI DPR RI, Subardi (dok.DPR RI)

POJOKMALIOBORO.com - Delegasi DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rahmat Gobel melakukan lawatan ke Tokyo, Jepang, dalam rangka menghadiri agenda Forum Forestry Investment Dialogues 2022 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang.

Dalam forum itu, Anggota Komisi VI DPR RI Subardi mengatakan, Delegasi DPR RI bertemu dengan pelaku usaha dan perwakilan organisasi perdagangan Jepang, serta peneliti dari Jepang.

Menurut Subardi, industri di Negeri Sakura itu berkembang dengan dua filosofi besar yaitu 'Monozukuri' atau inovasi dalam produksi, dan 'Hitozukuri' atau membangun kualitas sumber daya manusia. Dua konsep besar itu juga didukung oleh riset.

Baca Juga: Kominfo Buka Akses 5 PSE, Salah Satunya Paypal

Pemerintah Jepang memiliki lembaga khusus yang membantu industri dalam negeri berkembang. Tak heran jika Jepang juga menjadi negara maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kuncinya adalah inovasi dan membangun kualitas SDM. Dua konsep besar dalam industri Jepang membuat saya kagum. Jepang sangat disiplin, industri disini semakin pesat. Industri di Jepang semakin maju karena didukung riset. Tentu riset yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Itulah yang membuat kualitas SDM di Jepang semakin maju," ujar Subardi melalui keterangan tertulisnya, Rabu 3 Agustus 2022.

Subardi menuturkan, di dunia industri Jepang, dikenal budaya 'kepuasan konsumen'. Pelaku industri sangat peduli dengan produknya agar dicintai pembeli. Budaya ini mulanya merupakan tradisi bagi pengrajin kecil di Jepang.

Baca Juga: Kurangi Volume TPA Piyungan, Sulap Sampah Organik Jadi Pakan Ternak

Orang Jepang terus memperbaiki produksi maupun pelayanan, untuk mendapat apresiasi dari konsumen. Tradisi ini semakin kuat hingga melahirkan budaya, bahwa kepuasan pengguna dapat memuaskan penciptanya.

"Budaya mengutamakan konsumen sangat kuat. Disini tidak asal bikin barang yang penting laku. Itu tidak ada. Jadi ada perhatian dari produsen agar pengguna puas. Saya merasa berbisnis disini seperti seni. Ada kepuasan tersendiri, dan tradisi ini terus diwariskan dalam berbisnis," terang politisi Partai Nasdem tersebut.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Kata Wakil Ketua MPR RI

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:23 WIB

PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dewan Keamanan Thailand

Kamis, 15 September 2022 | 18:33 WIB

Telkom Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data Pelanggan

Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:08 WIB
X