• Kamis, 6 Oktober 2022

Sekjen KLHK Paparkan Strategi Pembangunan Kalimantan Utara Berkelanjutan

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:37 WIB
Sekjen KLHK Paparkan Strategi Pembangunan Kalimantan Utara Berkelanjutan (dok.Humas KLHK)
Sekjen KLHK Paparkan Strategi Pembangunan Kalimantan Utara Berkelanjutan (dok.Humas KLHK)

POJOKMALIOBORO.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono memaparkan Strategi Menuju Pembangunan Kalimantan Utara Berkelanjutan dalam Seminar Nasional bertemakan “Membangun Kolaborasi Pasca Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Maju” yang dihelat IKA PIMNAS pada Jumat, 12 Agustus 2022 di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Dijelaskan Bambang strateginya dapat dilakukan melalui dua pendekatan, integrated landscape management dan transglogal leadership.

Lanskap diartikan sebagai sistem socio-ekologi yang mencakup mosaik ekosistem alami dan buatan, dengan konfigurasi karakteristik topografi, vegetasi, penggunaan lahan, permukiman yang dipengaruhi oleh proses and aktivitas ekologi, sejarah, ekonomi dan budaya dari suatu area. Dalam konsep dasar lanskap dan isu keberlanjutan paling tidak terdapat lima indikator utama, yaitu: udara dan atmosfer yang bersih dan sehat; lahan (land) produktif/subur; air yang bersih dan sehat; laut yang sehat; dan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Jika dilihat karekteristik dan kondisi lanskap Kalimantan Utara, kawasan hutannya didomiasi Hutan Produksi 47%, Hutan Lindung 15% dan Hutan Konservasi 18%. Kaltara juga memiliki keragaman Mangrove pada Delta Kayan Sembakung, serta kontribusi PDRB-nya di dukung oleh Sektor Perdagangan dan Pertambangan sebagai Leading Sector. Hal ini merupakan modalitas sekaligus tantangan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Utara.

Baca Juga: Royal Darmo Malioboro Hotel Yogyakarta Pertemukan Photographer dan Pecinta Photography

Untuk itu, menurut Bambang diperlukan konsep pengelolaan lanskap secara terpadu di Kalimantan Utara melalui peningkatan manajemen sumber daya hutan dan peningkatan administrasi dan tata kelola pertanahan. Selain itu, juga dibutuhkan pertumbuhan yang adil dan Inklusif dalam lanskap pedesaan; serta peningkatan koordinasi, komunikasi, dan keterlibatan pemangku kepentingan dan pembangunan berkelanjutan untuk lanskap prioritas Indonesia.

“Berbagai instrumen lingkungan hidup dan kehutanan dapat dikembangkan, diperkuat dan didayagunakan secara terintegrasi untuk dapat mengelola lanskap secara terpadu dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan peradaban ekologis dan visi Indonesia 2045 serta menjawab tantangan isu global & megatren dunia serta kondisi karekteristik lanskap di tingkat tapak,” ungkap Bambang Hendroyono yang juga menjabat sebagai Ketua IKA PIMNAS Lembaga Administrasi Negara.

Selain manajemen lanskap, yang tak kalah pentingnya menurut Bambang adalah kepemimpinan transglobal. Kepemimpinan Transglobal dalam pengelolaan lanskap terpadu sesuai PUU CK diperlukan untuk mewujudkan pembangunan nasional dan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Seorang pemimpin transglobal menurut Bambang memiliki 6 kecerdasan dan 5 karakteristik. Bambang menyebutkan kecerdasan dimaksud adalah Kecerdasan kognitif; Kecerdasan Moral; Kecerdasan Emosional; Kecerdasan Budaya; Kecerdasan Bisnis; dan Kecerdasan Global. Sementara karakteristik yang harus dimiliki seorang pemimpin transglobal, yakni: Ketahanan terhadap ketidakpastian; Konektivitas tim; Fleksibilitas pragmatis; Responsivitas perspektif; dan Orientasi Bakat.

Baca Juga: Gelaran Kirab Siwur, Tradisi Budaya Masyarakat untuk Menghormati Leluhur

“Prinsip-prinsip dasar dalam pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan lanskap terpadu mensinergikan 5 Pilar Pembangunan Berkelanjutan: People (manusia), Planet (planet), Prosperity (kesejahteraan), Peace (perdamaian) dan Partnership (kemitraan),” ucap Bambang.

Di hadapan Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang dan peserta IKA PIMNAS, secara konkrit Bambang menyampaikan, penerapan Kepimpinan Transglobal dalam Melaksanakan Integrated Landscape Management untuk Mewudjukan Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Utara dapat dilakukan melalui, transformasi kegiatan pertambangan dan migas menjadi kegiatan pertambangan dan migas yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (Good Mining Practises), dan lahan-lahan bekas tambang ditransformasi menjadi lahan yang produktif secara ekologi, sosial dan ekonomi (Biodiversity Economy).

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Sumber: Humas KLHK

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Kata Wakil Ketua MPR RI

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:23 WIB

PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dewan Keamanan Thailand

Kamis, 15 September 2022 | 18:33 WIB

Telkom Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data Pelanggan

Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:08 WIB
X