• Kamis, 6 Oktober 2022

Pemerintah Diminta Buat Blue Print Kepentingan Nasionalnya Agar Tidak Terseret Konflik Taiwan-China

- Kamis, 1 September 2022 | 10:07 WIB
Pemerintah Diminta Buat Blue Print Kepentingan Nasionalnya Agar Tidak Terseret Konflik Taiwan-China (Tangkapan layar Gelora Talks #60/PojokMalioboro.com)
Pemerintah Diminta Buat Blue Print Kepentingan Nasionalnya Agar Tidak Terseret Konflik Taiwan-China (Tangkapan layar Gelora Talks #60/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat dan membangun kekuatan ekonomi, politik serta pertahanannya. Hal itu dilakukan guna meningkatkan peran penting Indonesia dalam ikut serta menjaga perdamaian dunia, terutama geopolitik kawasan.

"Saya kira konflik yang terjadi antara Taiwan dan China yang mulai memanas akibat provokasi Amerika Serikat (AS) ini, bisa mempertegas posisi Indonesia. Bahwa kita harus menjadi satu kekuataan yang mempunyai peran penting di kawasan dan terlibat aktif dalam menjaga perdamaian ini," kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gelora">Partai Gelora dalam Gelora Talk bertajuk 'Ancaman Perang di Taiwan, Mungkinkan Dihindari?, Rabu 31 Agustus 2022.

Menurut Mahfuz, Indonesia memiliki kemampuan untuk mengelola posisi dan situasi kawasan, termasuk memitigasi ancaman dan resiko meledaknya perang antara Taiwan-China yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Baca Juga: Kadin, PHRI, ASITA dan Organda DIY Mencanangkan Dibukanya Rute Penerbangan YIA - Perth

"Indonesia sebagai negara yang berusia cukup panjang, punya kemampuan memitigasi tapi juga punya kemampuan untuk mengelola posisi dan situasi kawasan menjadi damai," katanya.

Ketua Komisi I DPR Periode 2005-2010 ini menilai potensi terjadinya perang antara Taiwan-China kecil kemungkinan terjadi. Namun, dia mengingatkan situasi ketidakpastian global saat ini, bisa memicu terjadinya perang antara Taiwan-China, seperti perang Rusia-Ukraina.

"Konflik di Taiwan ini, mempunyai kemiripan yang terjadi di Ukraina diawali dengan ketidakpastian, tiba-tiba meledak. Ini penting bagi kita untuk belajar, karena dampaknya tidak sederhana dan berlangsung sampai sekarang," ujarnya.

Baca Juga: Bagas Ran Rilis Single Terbaru Berjudul Pendengar Terbaik, Ini Liriknya

Mahfuz berharap Taiwan tidak berperang dengan China, meskipun terus diprovokasi AS. Selain itu, kebijakan unifikasi China saat ini dalam menyatukan wilayahnya seperti Taiwan lebih mengedepankan jalan damai, ketimbang perang.

"Persiapan China menginvasi Taiwan sebagai respon terhadap provokasi Amerika itu, agar kita tidak gagap jika benar terjadi perang di dekat wilayah kita, makanya kita perlu membangun arsitektur pertahanan yang kuat di kawasan," katanya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Kata Wakil Ketua MPR RI

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:23 WIB

PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dewan Keamanan Thailand

Kamis, 15 September 2022 | 18:33 WIB

Telkom Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data Pelanggan

Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:08 WIB
X