• Jumat, 9 Desember 2022

Produk Perikanan Berpeluang Topang Ketahanan Pangan Indonesia

- Rabu, 16 November 2022 | 10:27 WIB
Forum "Bincang Bahari: Menjadikan Ikan sebagai Solusi Ketahanan Pangan" (dok.Humas KKP/PojokMalioboro.com)
Forum "Bincang Bahari: Menjadikan Ikan sebagai Solusi Ketahanan Pangan" (dok.Humas KKP/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut bahwa produk perikanan berpeluang untuk menjadi penyokong ketahanan pangan nasional. Hal tersebut didasari oleh prediksi meningkatnya kebutuhan protein sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

"Ini bisa jadi krisis pangan bagi beberapa negara, tapi bagi Indonesia sebagai negara maritim justru menjadi peluang," ujar Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Erwin Dwiyana saat berbicara di forum "Bincang Bahari: Menjadikan Ikan sebagai Solusi Ketahanan Pangan", Senin 14 November 2022.

Erwin mengungkapkan, Indonesia memiliki sumber daya perikanan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Bagi pengembangan SDM dalam negeri, ikan bisa menjadi solusi atas persoalan stunting sekaligus mencetak generasi unggul. Adapun Harkannas ke-9, menjadi momentum untuk kembali mengingatkan publik terkait hal tersebut.

"Bicara stunting, bukan hanya tentang kurang tinggi atau kurang berat badan, tapi juga menyelamatkan kecerdasannya dengan asupan kaya omega 3," terang Erwin.

Tak hanya itu, Erwin menyebut ikan juga memiliki peluang pasar yang besar dan bisa berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. "Total nilai pasar ikan bersirip menyentuh angka USD175 miliar di tahun 2028," katanya.

Senada, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, Darliansjah mengatakan pandemi Covid-19 menyadarkan pemerintah di berbagai negara tentang pentingnya ketahanan pangan.

Terlebih masyarakat lebih orientasi terhadap pangan yang aman dan menyehatkan dan kondisi ini membuat produk pangan berbasis daging putih atau ikan cenderung naik signifikan.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Pemprov Kalteng telah merumuskan ikan sebagai bagian ketahanan pangan yang ditunjukkan dengan pembangunan sentra pangan seperti sentra perikanan budidaya, sentra perikanan tangkap, dan sentra pengolahan ikan.

"Sudah kami masukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJPMD) 2021-2026, ikan sebagai bagian ketahanan pangan dan bagian upaya penurunan prevalensi stunting," ungkap Darliansjah.

Dalam forum yang sama, Ketua Forikan Pusat, dr. Djoko Maryono mengingatkan, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas yang tidak akan dapat diputar kembali. Dia pun meminta setiap orang tua untuk memberikan perhatian lebih saat anaknya berada pada periode tersebut.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Terkini

Resmi Ditutup, Ini Hasil Presidensi G20

Kamis, 17 November 2022 | 11:34 WIB

Presiden Jokowi Resmi Membuka KTT G20 di Bali

Selasa, 15 November 2022 | 11:13 WIB
X