Indonesia Bisa Tiru Qatar, 'Negara Kecil, Tapi Otaknya Besar' dengan Memiliki Peta Jalan Arah Baru Indonesia

- Kamis, 1 Desember 2022 | 10:39 WIB
Indonesia Bisa Tiru Qatar, 'Negara Kecil, Tapi Otaknya Besar' dengan Memiliki Peta Jalan Arah Baru Indonesia (Gelora Talks/PojokMalioboro.com)
Indonesia Bisa Tiru Qatar, 'Negara Kecil, Tapi Otaknya Besar' dengan Memiliki Peta Jalan Arah Baru Indonesia (Gelora Talks/PojokMalioboro.com)

POJOKMALIOBORO.com - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menegaskan, penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar untuk pertama kali di dunia Islam, tidak hanya mewakili dunia Arab saja, tetapi juga mewakili dua milyar populasi muslim di seluruh dunia.

"Qatar ini bukan hanya mewakili dunia Arab, tapi mewakili dua miliar populasi muslim di seluruh dunia, termasuk mewakili kita di Indonesia. Ini memberikan pencitraan baru tentang Islam kepada seluruh dunia melalui perhelatan sepak bola," kata Anis Matta.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan pengantar dalam Gelora Talks bertajuk 'Qatar World Cup 2022, Diplomasi Islam & Bangkitnya Sepak Bola Asia, Rabu 30 November 2022.

Baca Juga: Perkokoh Sektor UMKM DIY, Tugu Jogja Expo Akan Digelar Tanggal 8 Desember 2022

Diskusi ini dihadiri Duta Besar RI untuk Qatar Ridwan Hassan, pengamat sepak bola nasional Sigit Nugroho, serta Koordinator Save Our Soccer dan Anggota TGIPF Akmal Marhali.

Menurut Anis Matta, sepak bola telah menyatukan seluruh umat manusia, tidak memandang apa agamanya dan rasnya. Hal ini bisa dilihat dari perhelatan Piala Dunia di Qatar saat ini, bahwa agama terbukti tidak memecah bola dan orang.

"Bagi kita di sini di Indonesia, di tengah polarisasi saat ini juga sangat penting, kita bisa melakukan seperti apa yang dilakukan Qatar. Polarisasi terjadi, karena agama dijadikan tembok, bukan jembatan," kata Anis.

Baca Juga: Berasal dari APBD, 3.420 KSJPS Kota Yogyakarta Terima BLT BBM

Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023, kata Anis Matta, harus bisa dimanfaatkan pemerintah secara maksimal untuk mengakhiri polarisasi politik dan identitas yang mulai menguat lagi menjelang Pemilu 2024.

"Ini kan kita mendapat kesempatan jadi tuan rumah Piala Dunia tahun depan, meskipun untuk kelompok umur U-20. Harus bisa dimanfaatkan maksimal untuk mengakhiri polarisasi, bola dan agama bisa bersatu, bisa bercampur," katanya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terkait Pemilu 2024, Wapres Ingatkan ASN Harus Netral

Senin, 16 Januari 2023 | 08:33 WIB
X