Nyepeda dan Krisis Energi oleh: Afnan Hadikusumo

Affan Safani Adham
- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 06:50 WIB
M Afnan Hadikusumo (MAH)
M Afnan Hadikusumo (MAH)

MOBIL Bentley seharga 220.000 pounds setara Rp 4,2 miliar milik Cristiano Ronaldo, tidak kebagian bensin. Hal tersebut akibat Inggris sedang krisis BBM.

Sopirnya bahkan sudah mengantre hampir tujuh jam di pom bensin Shell, tak jauh dari rumah Cristiano Ronaldo, tetapi pulang dengan tangan hampa. Demikianlah berita yang disampaikan media kondang di Inggris THE SUN.

Krisis energi global, kini melanda beberapa bagian dunia. Hal tersebut dipicu oleh cuaca yang semakin memburuk dan tingginya permintaan pasokan listrik.

Baca Juga: Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Tes Swab Secara Berkala

Kondisi ini memengaruhi pasar energi dunia, yaitu meroketnya harga gas dan batu bara, disusul kenaikan harga BBM. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis energi di Eropa, khususnya Inggris serta di Tiongkok.

Pada pekan ini, harga minyak bumi sempat menembus 80 dollar AS per barel untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Ada hikmah dari cerita di atas, yakni masyarakat dunia kini semakin melirik moda transportasi nonfosil alias berbahan bakar Nasi Pecel.

Baca Juga: Milad Ke 72, Sandiaga Uno Beri Kuliah Umum di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

Penduduk di seluruh dunia beralih ke sepeda dalam upaya untuk meninggalkan kendaraan yang membakar bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan latihan fisik ke dalam rutinitas, apalagi di tengah wabah Covid-19 ini.

Di antara negara-negara Barat, bersepeda paling populer di Belanda. Hampir 30 persen warga Belanda selalu bepergian dengan sepeda, dan tambahan 40 persen terkadang sepeda untuk bekerja.

Halaman:

Editor: Affan Safani Adham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X