• Jumat, 28 Januari 2022

Dampingi Korban Pelecehan dengan E-Konseling Berbasis Game

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:10 WIB
Mahasiswa UNY yang merancang e-konseling berbasis game (dok. UNY)
Mahasiswa UNY yang merancang e-konseling berbasis game (dok. UNY)

YOGYAKARTA, pojokmalioboro.com - Kekerasan seksual rentan terjadi pada remaja dengan kasus terbanyak berupa pelecehan. Kelompok yang paling rentan mengalami kasus tersebut yakni remaja disabilitas intelektual.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat bahwa kerentanan yang terjadi pada remaja disabilitas intelektual bukan hanya dipengaruhi kondisi keterbatasannya saja, tetapi dipengaruhi juga oleh kurangnya jaminan perlindungan yang memadai dari lingkungan sosialnya.

Pelecehan seksual dapat mempengaruhi kemandirian dan pandangan tentang masa depan, selain itu salah satu dampak serius akibat pelecehan adalah trauma. Oleh karena itu penting untuk diadakan pendampingan secara psikologis agar dapat menangani masalah mental remaja disabilitas.

Baca Juga: Cuci Tangan Pakai Sabun, Turunkan Kasus Penyakit Diare dan ISPA

Penanganan psikologis atau konseling dapat dilakukan melalui pendampingan secara tatap muka langsung oleh tenaga profesional, namun sejak pandemi Covid-19 hal tersebut akan sangat beresiko dalam penyebaran wabah penyakit ini.

Oleh karena itu, diperlukan media yang bersifat fleksibel dan dapat melakukan pendampingan secara jarak jauh.

Sekelompok mahasiswa UNY merancang e-konseling berbasis game sebagai salah satu alternatif penanganan masalah mental yang dapat digunakan secara jarak jauh selama masa pandemi Covid-19.

Mereka adalah Kenanga Kusuma Murdiyani, Salsabila Tulus Rinindra dan Orchid Violeta Arbaroni prodi Pendidikan Luar Biasa, Arif Nur Hidayat prodi Bimbingan dan Konseling serta Haya Antesya Rahma prodi Teknologi Pendidikan.

Baca Juga: Beasiswa untuk Santri 2021 Sudah Dibuka, Yuk Simak Persyaratannya

Menurut Kenanga Kusuma Murdiyani, permasalahan mental yang terjadi pada remaja disabilitas intelektual akibat pelecehan seksual harus diselesaikan khususnya dalam memberikan pendampingan bagi korban.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Simak Aturan Terbaru Pembelajaran Tatap Muka Jawa Bali

Selasa, 16 November 2021 | 19:05 WIB

HNW: Mestinya Menag Tidak Mendukung Permen Mendikbud

Jumat, 12 November 2021 | 18:05 WIB

Lulusan Masa Pandemi Covid-19 Harus Adaptif Teknologi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:55 WIB

AHM Siapkan Ajang Adu Kreatifitas untuk Anak Vokasi

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:16 WIB
X