• Minggu, 14 Agustus 2022

Pemerintah Terbitkan SKB 4 Menteri, Kesehatan dan Keselamatan Warga Sekolah Jadi Prioritas Utama

- Jumat, 24 Desember 2021 | 09:46 WIB
Tangkapan layar SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 terbaru (Humas Kemendikbudristek)
Tangkapan layar SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 terbaru (Humas Kemendikbudristek)

Baca Juga: Simak Cara Download Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Melalui WhatsApp dan SMS

Budi menjelaskan, jika SKB terdahulu mengatur ditutupnya sekolah dan menghentikan sementara PTM terbatas paling cepat 3 x 24 jam apabila ada temuan kasus konfirmasi Covid-19. SKB yang baru mengatur penghentian yang lebih lama, yakni 14 x 24 jam untuk menjamin keamanan bersama.

"Penghentian PTM terbatas dilakukan jika terdapat klaster penularan Covid-19, angka positivity rate hasil ACF di atas 5 persen, dan warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi kasus hitam di atas 5 persen," jelasnya.

Hal tersebut dapat terpantau dari dashboard yang dapat diakses sekolah dan pihak terkait. Apabila setelah dilakukan surveilans, bukan merupakan klaster PTM terbatas atau angka positivity rate di bawah 5%, PTM terbatas hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi atau kontak erat COVID-19 selama 5 x 24 jam.

Baca Juga: Ibu, Sang Manusia Sakral bagi Siapapun, Kasihmu Tak Terhingga Sepanjang Masa

Pemerintah daerah dan pihak lainnya yang memiliki akses dapat memantau status kondisi sekolah secara detil pada laman https://sekolahaman.kemkes.go.id/ dan https://madrasahaman.kemkes.go.id/.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, terdapat penyesuaian juga terhadap pemantauan dan evaluasi PTM terbatas. Semula yang dipantau hanya kesiapan PTM terbatas sesuai daftar periksa, laporan proses PTM terbatas, dan kasus konfirmasi Covid-19 dari laporan sekolah.

Namun, dalam penyesuaian SKB, pemantauan dan evaluasi berisi antara lain kesiapan PTM terbatas sesuai daftar periksa dari laporan sekolah serta kasus suspek (gejala Covid-19) dan komorbid dari laporan sekolah dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Baca Juga: Menko Marves Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Rendah Menyusul Adanya Penularan Omicron

Kemudian juga tingkat kepatuhan institusi dan warga satuan pendidikan terhadap protokol kesehatan dari laporan sekolah dan Satgas; status vaksin warga satuan pendidikan yang diintegrasikan dengan aplikasi PeduliLindungi; serta kasus konfirmasi dan kontak erat Covid-19 yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelepasan Siswa Kelas VI SD Negeri Kentungan

Kamis, 16 Juni 2022 | 19:31 WIB
X