• Jumat, 9 Desember 2022

Suhardi Duka Minta Kaji Ulang Alokasi Anggaran 'Food Estate'

- Selasa, 21 September 2021 | 01:00 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2021) (Foto: dok. DPR RI)
Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2021) (Foto: dok. DPR RI)

JAKARTA, pojokmalioboro.com - Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka meminta Kementerian Pertanian mengkaji ulang pengalokasian anggaran untuk food estate. Menurutnya, proyek yang menghabiskan anggaran cukup besar tersebut akan lebih baik bila difokuskan pada peningkatan produksi tanaman lainnya seperti jagung, kedelai dan padi.

“Olehnya itu saya minta supay anggaran food estate itu dialokasikan untuk produksi jagung, supaya bisa peningkatan produksi. Daripada anggaran yang dialokasikan saat ini kurang memberikan dampak yang positif bagi peningkatan produksi,” ujar Suhardi dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2021).

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, lanjutnya, Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI secara resmi tidak pernah merekomendasikan bahkan menolak untuk impor beras. Dimana, Kementerian Pertanian bisa dikatakan sukses jika produksi pangan bisa meningkat, sehingga impor pangan tidak diperlukan lagi.

Baca Juga: Cek Fakta: Orang yang Berhalangan Vaksin Tidak Bisa Naik KRL

Untuk itu, politisi Fraksi Partai Demokrat ini berharap pemerintah bisa fokus pada peningkatan produksi pangan. "Bisa dipacu dengan meningkatkan produksi jagung, kedelai, dan padi. Terus terang, indikator keberhasilan Kementerian Pertanian itu bila tidak ada impor beras,” terang Suhardi.

Diketahui, proyek food estate merupakan salah satu program pemerintah dalam menjadikan lahan seperti di Kalimantan sebagai lumbung pangan Indonesia. Namun, pada perjalanannya, pengembangan food estate mengalami berbagai permasalahan seperti masih tergenang air dan PH tanah atau air terlalu rendah.

Selain itu, Kalimantan yang kondisi geografisnya berupa perbukitan yang miskin unsur hara dan hamparan rawa tersebut rentan mengalami kerusakan. Hasil panen dari food estate tersebut juga jauh dari modal yang dikeluarkan pemerintah untuk mendanai proyek tersebut. *

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SKI DIY Cermati Integritas dan Independensi KPK

Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:41 WIB

Musda SKI DIY: Lengkapi Struktur Sampai Tingkat Kelurahan

Minggu, 11 September 2022 | 10:57 WIB
X