• Jumat, 28 Januari 2022

Inisiasi Relawan Jelang Pilpres 2024, Yanuar Prihatin: Lumrah Dalam Demokrasi

- Jumat, 12 November 2021 | 16:05 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat 12 November 2021  (Foto: dok.DPR RI)
Anggota Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat 12 November 2021 (Foto: dok.DPR RI)

POJOKMALIOBORO.com - Menanggapi munculnya sejumlah relawan calon presiden (capres) sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024, Anggota Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin menyatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah dalam dinamika demokrasi Indonesia.

Tidak selalu harus dimaknai dengan ambisius, ia menjelaskan bahwa kehadiran relawan ini adalah salah satu bentuk inisiasi masyarakat secara sukarela guna menyuarakan hak untuk berpartisipasi dengan berkolaborasi mengusung tokoh politik.

Demikian hal tersebut ia sampaikan di hadapan awak media dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat 12 November 2021.

Baca Juga: Elmo Rogam Rilis Video Klip Single Terbarunya Ada Apa

Turut hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira (PDI-Perjuangan). Mengusung tema ‘Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi’, dirinya tidak ingin menerjemahkan fenomena itu secara berlebihan.

“Ini hal yang lumrah, hal yang layak menjelang kompetensi politik. Yang ingin saya sampaikan begini, posisi relawan menjadi sangat penting ketika kita melihat bahwa demokrasi ke kita hari ini sangat mahal. Posisi relawan menjadi menarik karena dibangun atas partisipasi kolektif yang mengandalkan kesukarelaan.” ujar Yanuar.

Lebih lanjut Yanuar menyatakan, dengan munculnya relawan dapat menjadi alternatif bagi isu cost demokrasi yang terlalu tinggi. Berlandaskan dengan sukarela yang memiliki ‘interest group’, baik relawan maupun tokoh politik bisa membangun kolaborasi sekaligus jaringan yang lebih luwes.

Baca Juga: Film The Medium Telah Disaksikan Lebih dari 520 Ribu Penonton di Indonesia

Tentu saja, hal ini bisa menjadi potensi yang mungkin tidak dimiliki orang-orang yang menempuh jalur politik formal.

“Saya kira, konstruksi soal relawan dalam suasana begini, coba bayangkan bahwa relawan-relawan ini adalah individu-individu yang secara cerdas mengambil bagian untuk satu proses politik yang formal tapi ia berada di luar kerangka formal politik," terang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu.

Halaman:

Editor: Ibrahim Umar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X