• Jumat, 28 Januari 2022

Fraksi di DPR Perlu Dihapus, Fahri: DPR Dikendalikan Orang-orang Dibalik Layar

- Kamis, 13 Januari 2022 | 10:12 WIB
Fahri Hamzah dalam Gelora Talk bertajuk Reformasi Sistem Politik, Mengapa Fraksi di DPR Sebaiknya Dihapus?, Rabu 12 Januari 2022 malam (dok.Humas Partai Gelora)
Fahri Hamzah dalam Gelora Talk bertajuk Reformasi Sistem Politik, Mengapa Fraksi di DPR Sebaiknya Dihapus?, Rabu 12 Januari 2022 malam (dok.Humas Partai Gelora)

POJOKMALIOBORO.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menyebut, keberadaan fraksi di DPR selama ini membuat kamar legislatif menjadi tidak berdaya, sehingga perlu dilakukan penghapusan.

Karena fraksi dinilai menjadi alat kepentingan politik ketua umum partai atau elit-elit politik lainnya, bukan berpikir untuk rakyat atau konstituen.

"Jadi berbicara reformasi politik, menghapus fraksi di DPR diantara yang paling penting kita lakukan, karena berbagai atau banyak alasan. Alasan pertama tadi kita melihat agak mencemaskan bagaimana sebuah kekuatan di kamar kekuasaan legislatif itu tidak nampak fungsinya," ungkap Fahri dalam Gelora Talk bertajuk Reformasi Sistem Politik, Mengapa Fraksi di DPR Sebaiknya Dihapus?, Rabu 12 Januari 2022 malam.

Baca Juga: Baliho Raksasa Setinggi 22 Meter di Sleman Ambruk, Akibat Angin Kencang

Menurut Fahri, saat menjadi Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019, dia diminta untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan kehendak masyarakat oleh partai sebelumnya, karena dipengaruhi oleh oligarki. Hingga akhirnya ia dipecat, karena memilih melawan.

"Saya sendiri memiliki yurisprundensi, makanya waktu itu saya melawan kendali partai, karena berpotensi mendistorsi kehendak rakyat menjadi kehendak parpol. Ini yang mesti kita lawan ke depan," ujarnya.

Lanjut Fahri, dalam sistem demokrasi, anggota DPR harus menjadi wakil rakyat, bukan sebaliknya menjadi wakil partai politik. Menurutnya, jika terus begitu pandangannya akan membahayakan.

Baca Juga: Prediksi Lanskap Siber Asia Tenggara 2022, Ini Kata Pakar Kaspersky

Fahri menilai adanya kekeliruan tersebut lantaran adanya kekeliruan paradigmatik yang memandang apa peran partai politik dalam fraksi.

"Ketika kita sudah memilih sistem demokrasi, mau tidak mau maka kita harus memurnikan demokrasi itu. Tidak saja sebagai nilai-nilai luhur, tetapi juga dalam sistem pemilu dan sistem perwakilan kita," tegasnya.

Halaman:

Editor: Putri Susanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X