• Senin, 4 Juli 2022

Edy Suandi Hamid: Penundaan Pemilu 2024 Runtuhkan Demokrasi dan Ekonomi

- Jumat, 18 Maret 2022 | 20:49 WIB
Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) Prof. Dr.Edy Suandi Hamid, M.Ec (dok.UWMY)
Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) Prof. Dr.Edy Suandi Hamid, M.Ec (dok.UWMY)

POJOKMALIOBORO.com - Gagasan penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 sebagai ekspresi dari kelompok kepentingan dalam kekuasaan yang ingin memuaskan syahwat politik dan terus menikmati candu kekuasaan. Tidak ada alasan yang signifikan mengesahkan gagasan penundaan sebagai keputusan politik. Apabila dipaksakan, ini justru menghancurkan demokrasi dan ekonomi nasional.

"Gagasan penundaan pemilu itu hanya akal-akalan dan itu mencerminkan ada defisit moral dari para pemimpin yang menghendaki hal tersebut," ujar Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) Prof. Dr.Edy Suandi Hamid, M.Ec, Kamis 17 Maret 2022.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Webinar tentang "Pro-Kontra Penundaan Pemilu 2024, Siapa Untung?". Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaborasi antara UWMY dan Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Lampung.

Baca Juga: Jaringan 5G XL Axiata Siap Sukseskan Balap MotoGP Mandalika

Pembicara lain dalam panel tersebut dosen Fakultas Hukum UM Metro Dr. Betha Rahmasari, S.H, M.H.Hum, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UWMY Dr. AS Martadani Noor, MA.

Prof Edy Suandi Hamid menyatakan, menggagas penundaan pemilu yang didasarkan kepentingan jangka pendek harus dijauhi, dihindari dalam alam demokrasi yang berasas Pancasila, yang menjalankan politik berbasis ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan atau politik adilihung (high politic).

"Ketika memaksakan pemilu harus ditunda itu menjadi pendidikan politik yang buruk dan menjadi ancaman demokrasi serta ekonomi," kata dia.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Gatal di Kaki, Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

Apabila dikaitkan situasi nasional yang sedang sulit keadaan sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19, menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih baik dengan saat krisis ekonomi 1998, 1999 dan 2008.

Walaupun ekonomi terpuruk oleh pandemi, situasinya telah membaik dan posisi ekonomi nasional sedang menuju pertumbuhan yang sustain dan secara berangsur-angsur dimungkinkan akan menuju ekonomi yang lebih kuat pada tahun 2022 ini.

Halaman:

Editor: Affan Safani Adham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X